Orang fasik menebalkan muka

Amsal 21:29

Hati yang Jujur

“Orang fasik menebalkan mukanya, tetapi orang jujur memikirkan jalannya.”

Amsal 21:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 21:29?

Amsal 21:29 menggambarkan bahwa orang fasik bersikap tegar tengkuk dan tidak mau berubah, sedangkan orang jujur mempertimbangkan jalannya dengan hati-hati. Ini menekankan nilai dari kerendahan hati dan introspeksi diri.

Latar belakang

Tebal muka vs hati jujur

Orang fasik menunjukkan keberanian dalam berbuat jahat, mereka 'menebalkan muka' atau bersikap kurang ajar. Sedangkan orang jujur memikirkan jalannya dengan hati-hati.

Di mana

Yerusalem

Pelataran istana, sedang mengajar

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kejayaan Israel
Kemerosotan moral
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, penulis Amsal, ~40 tahun

P

Kepada

Para pemuda

Generasi muda yang perlu bimbingan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הֵקֵז

heqez · menebalkan

membuat keras atau tegar (wajah)

יָשָׁר

yashar · jujur

lurus, benar, sesuai standar Allah

בִּין

bin · memikirkan

memahami, mempertimbangkan dengan saksama

Perbedaan utama adalah sikap: orang fasik sengaja mengeraskan hati untuk melawan Allah, sedangkan orang jujur rendah hati dan mau berpikir. 'Jujur' (yashar) berarti selaras dengan standar Allah.

Tahukah kamu

Frasa 'menebalkan muka'

Ungkapan ini dalam bahasa Ibrani berarti 'menunjukkan wajah yang keras' atau 'tidak tahu malu', menggambarkan keberanian yang salah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 21:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 21:29

✕  Sering dikira

Mengira 'menebalkan muka' adalah ekspresi fisik.

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah ungkapan kiasan untuk sikap kurang ajar dan tidak mau bertobat.

✕  Sering dikira

Mengira orang jujur tidak pernah salah.

✓  Yang sebenarnya

Orang jujur adalah mereka yang mau mempertimbangkan dan bertobat, bukan yang sempurna.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 21:29

Sudahkah kamu meluangkan waktu untuk mengevaluasi hidupmu? Jangan keras kepala dengan kesalahanmu, tapi bersedia belajar dan memperbaiki diri. Itulah tanda kebijaksanaan.

Tuhan, beri aku kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan kebijaksanaan untuk memilih jalan yang benar. Amin.