Orang benar memberi tanpa batas

Amsal 21:26

Hikmat tentang Hati, Kesombongan, dan Maut

“Sepanjang hari, dia terus menginginkan hasratnya, tetapi orang benar memberi, dan tidak menahan-nahan.”

Amsal 21:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 21:26?

Amsal 21:26 mengontraskan orang fasik yang tidak pernah puas dengan keinginannya, sedangkan orang benar memberi dengan murah hati tanpa menahan. Ini menekankan pentingnya kemurahan hati sebagai karakter orang saleh.

Latar belakang

Memberi seperti orang benar

Ayat ini melanjutkan kontras dengan si pemalas yang terus-menerus haus tetapi tidak pernah memberi. Orang benar justru memberi dengan murah hati tanpa menahan, karena hatinya dipenuhi kelimpahan, bukan kekurangan.

Di mana

Yerusalem

Pasar kota atau pintu gerbang

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pendirian bait suci
Pembagian kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Amsal

Sang raja atau orang bijak, kuno

P

Kepada

Pembaca muda

Orang yang haus hikmat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָתַן

natan · memberi

memberi, menaruh, menyerahkan

תַּאֲוָה

ta'avah · hasratnya

hasrat yang kuat, keinginan

חָשַׂךְ

khasak · menahan-nahan

menahan, mengekang, menahan diri

Kontrasnya jelas: si pemalas mengejar keinginan tetapi tidak memberi, orang benar memberi tanpa menghitung-hitung. Kata 'menahan-nahan' menunjukkan sikap pelit atau ragu-ragu, yang justru tidak ada pada orang benar.

Tahukah kamu

Kata kerja 'memberi' muncul dua kali

Dalam bahasa Ibrani, kata yang sama digunakan dua kali untuk menekankan kelimpahan dan kesediaan hati, bukan sekadar aksi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 21:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 21:26

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini mengajarkan bahwa orang benar harus memberi kepada siapa saja tanpa bijak.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang sikap hati yang murah, bukan kecerobohan; orang benar tetap menggunakan hikmat.

✕  Sering dikira

Mengira bahwa semua keinginan harus dipadamkan.

✓  Yang sebenarnya

Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa orang benar tidak dikendalikan oleh keinginan egois, tetapi oleh kasih yang memberi.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 21:26

Periksa hatimu: apakah kamu cenderung menimbun atau memberi? Berlatihlah memberi dengan sukacita, baik waktu, tenaga, atau materi, karena Tuhan menyukai pemberi yang ceria.

Ya Tuhan, ubah aku menjadi pribadi yang murah hati dan tidak egois, seperti Engkau yang memberi dengan limpah. Amin.