Bibir Bodoh Membawa Bencana

Amsal 18:6

Kuasa Lidah dan Sikap Hidup

Bibir orang bodoh mendatangkan perselisihan, dan mulutnya mengundang pukulan.

Amsal 18:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 18:6?

Perkataan orang bodoh sering memicu pertengkaran, dan mulutnya sendiri yang mengundang hukuman atau masalah.

Latar belakang

Mulut yang Menjerat

Ayat ini mengingatkan bahwa perkataan orang bodoh sering memicu pertengkaran dan bahkan kekerasan fisik. Ini kontras dengan kebijaksanaan yang membawa damai.

Di mana

Yerusalem

Istana · ruang belajar

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Banyak nasihat tentang lidah
Amsal tentang lidah berlanjut
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja yang bijak, ~40 tahun

P

Kepada

Pembaca umum

Orang-orang yang perlu menjaga perkataan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָדוֹן

madon · perselisihan

pertengkaran, perdebatan, konflik

פֶּה

peh · mulut

mulut sebagai alat bicara

מַכּוֹת

makot · pukulan

pukulan, hukuman fisik, luka

Bahasa asli menunjukkan kaitan langsung antara kata-kata (mulut) dan kekerasan ('pukulan'). Orang bodoh 'mengundang' masalah dengan ucapannya sendiri.

Tahukah kamu

Pukulan sebagai hukuman

Dalam konteks hukum Taurat, pukulan bisa menjadi hukuman resmi (Ulangan 25:1-3). Tetapi di sini, 'mengundang pukulan' bisa berarti konsekuensi alami dari kata-kata yang menyulut kemarahan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 18:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 18:6

✕  Sering dikira

Mengira pukulan di sini selalu harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Bisa juga metafora untuk konsekuensi sosial atau hukuman lain, bukan hanya fisik.

✕  Sering dikira

Menganggap 'orang bodoh' hanya mereka yang tidak berpendidikan.

✓  Yang sebenarnya

Dalam Amsal, 'bodoh' berarti orang yang menolak disiplin dan hikmat, bukan soal IQ.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 18:6

Pikirkan sebelum berbicara. Hindari kata-kata yang menyulut konflik; pilih kata-kata yang membawa damai.

Bapa, kendalikan lidahku agar tidak menyebabkan pertengkaran, dan ajari aku berkata bijak, Amin.