Usir Amos dari Betel

Amos 7:12

Amos dan Amazia: Konfrontasi

PerikopAmos dan Amazia · Amos 7:10-17 →
“Lalu, Amazia berkata kepada Amos, “Pergilah, hai pelihat, larilah ke tanah Yehuda! Makanlah roti di sana dan bernubuatlah di sana!”

Amos 7:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 7:12?

Amazia menyuruh Amos pergi ke Yehuda dan bernubuat di sana, melarangnya bernubuat di Betel karena itu tempat kudus dan istana raja. Ini adalah upaya untuk mengasingkan nabi Tuhan agar tidak mengganggu kekuasaan.

Latar belakang

Amazia memerintahkan Amos untuk pergi

Amazia langsung berhadapan dengan Amos dan menyuruhnya pulang ke Yehuda, karena Betel adalah tempat kudus kerajaan. Amazia ingin menghentikan nubuat Amos di wilayah Israel.

Di mana

Betel

Di area tempat kudus atau pintu gerbang, publik

Kapan

~760 SM

Periode Raja-Raja Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Amazia melapor ke raja
Jawaban Amos
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Amazia

Imam di Betel yang setia pada raja

A

Kepada

Amos

Nabi dari Tekoa, bekas gembala

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֵךְ

lekh · Pergilah

perintah untuk pergi

חֹזֶה

chozeh · pelihat

orang yang melihat penglihatan

בָּרַח

barach · larilah

melarikan diri

Amazia menyebut Amos 'pelihat' dengan nada merendahkan, dan menyuruhnya 'lari' ke Yehuda, menunjukkan bahwa ia menganggap Amos sebagai ancaman yang harus disingkirkan.

Tahukah kamu

Pelihat adalah julukan untuk nabi

Pelihat (ro'eh) adalah sebutan kuno untuk nabi yang menekankan penglihatan dari Tuhan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 7:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 7:12

✕  Sering dikira

Amos memang harus pergi karena tidak diundang.

✓  Yang sebenarnya

Amos diutus Tuhan, dan otoritasnya lebih tinggi dari izin manusia.

✕  Sering dikira

Amazia hanya menjaga ketertiban.

✓  Yang sebenarnya

Amazia menolak kebenaran dan berusaha membungkam nabi.

Renungan

Renungan Singkat Amos 7:12

Kadang dunia berusaha membungkam suara kenabian dengan cara halus maupun kasar. Kita harus tetap mendengar dan menaati panggilan Tuhan, bahkan ketika banyak orang ingin kita diam.

Tuhan, berikan kami keteguhan hati untuk tetap melakukan kehendak-Mu, walaupun dunia menolak dan membatasi kami. Amin.