Patah Palang Gerbang

Amos 1:5

Hukuman atas Damaskus dan Bangsa-bangsa

PerikopHukuman bagi Bangsa-Bangsa Lain · Amos 1:2-15 →
“Aku akan mematahkan palang gerbang pintu Damsyik, dan melenyapkan penduduk Lembah Awen, dan orang yang memegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan bangsa Aram akan diangkut ke pembuangan di Kir,” firman TUHAN.”

Amos 1:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amos 1:5?

Hukuman atas Damsyik akan mencakup patahnya palang gerbang, penduduk diasingkan, dan orang-orang penting dibuang ke Kir. Ini menunjukkan kehancuran total dan pembuangan yang akan terjadi. Bangsa Aram akan benar-benar ditundukkan dan tidak lagi berkuasa.

Latar belakang

Pembuangan Aram

TUHAN akan mematahkan pertahanan Damaskus dan menghukum penduduknya. Bangsa Aram akan dibawa ke pembuangan ke Kir, seperti yang terjadi kemudian.

Di mana

Tekoa

Di padang, saat menerima penglihatan

Kapan

~760 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejahatan Aram
Gempa bumi
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, yang berbicara melalui Amos

A

Kepada

Amos

Gembala dari Tekoa yang menjadi nabi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁבַר

shavar · mematahkan

Menghancurkan atau meremukkan

בְּרִיחַ

beriach · palang

Batang pengunci gerbang

יוֹשֵׁב

yoshev · penduduk

Orang yang duduk atau menetap

mematahkan palang berarti menghancurkan rasa aman yang palsu; penghuni akan diusir.

Tahukah kamu

Palang Gerbang

Palang gerbang adalah batang kayu atau besi yang mengunci pintu kota. Mematahkannya berarti menghancurkan keamanan kota.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amos 1:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amos 1:5

✕  Sering dikira

Lembah Awen adalah tempat geografis yang pasti

✓  Yang sebenarnya

Lembah Awen mungkin berarti 'Lembah Kefasikan'

✕  Sering dikira

Hukuman ini hanya untuk Aram

✓  Yang sebenarnya

Menunjukkan TUHAN menguasai semua bangsa

Renungan

Renungan Singkat Amos 1:5

Tuhan mampu merendahkan bangsa-bangsa yang sombong. Ini mengingatkan kita bahwa segala kekuatan dan kekuasaan manusia tidak berarti di hadapan Allah. Kita seharusnya tidak bergantung pada kekuatan sendiri, tetapi pada Tuhan.

Tuhan, ajar aku untuk rendah hati dan mengandalkan Engkau, bukan pada kekuatanku sendiri. Amin.