Wilayah kekuasaan Salomo

2 Tawarikh 9:26

Kekayaan dan kemasyhuran Salomo

Dia memerintah atas semua raja, mulai dari Sungai Efrat sampai tanah orang Filistin dan sampai perbatasan Mesir.

2 Tawarikh 9:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 9:26?

Salomo memerintah atas wilayah yang luas, dari Sungai Efrat hingga perbatasan Mesir, termasuk tanah Filistin. Ini menegaskan bahwa Allah memberikan kekuasaan dan kemakmuran yang luar biasa kepada Salomo sebagai berkat atas hikmatnya.

Latar belakang

Pengaruh internasional

Salomo memerintah atas semua raja di wilayah yang luas, meliputi jalur perdagangan utama. Ini menunjukkan kekuasaan politik dan ekonomi yang melampaui Israel.

Di mana

Wilayah dari Sungai Efrat sampai Filistin dan Mesir

Cakupan geografis kerajaan Salomo

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan bait suci
Pecahnya kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Tawarikh

Sejarawan Yahudi pasca-pembuangan

P

Kepada

Pembaca Yehuda

Orang-orang Yahudi pasca-pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָשַׁל

mashal · memerintah

memiliki otoritas atau kekuasaan atas

מֶלֶךְ

melekh · raja

pemimpin politik tertinggi

פְּרָת

Perat · Efrat

sungai besar di Mesopotamia

Akar kata 'memerintah' (mashal) menekankan otoritas yang diberikan, bukan sekadar kepemimpinan militer, menunjukkan pemerintahan yang luas dan teratur.

Tahukah kamu

Sungai Efrat

Sungai Efrat adalah batas utara kerajaan Salomo, sesuai dengan janji Allah kepada Abraham tentang tanah perjanjian.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 9:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 9:26

✕  Sering dikira

Salomo memerintah langsung atas semua raja di dunia.

✓  Yang sebenarnya

Ini wilayah sekitar Israel, bukan seluruh dunia.

✕  Sering dikira

Kekuasaan ini bertahan selamanya.

✓  Yang sebenarnya

Setelah Salomo mati, kerajaan pecah dan wilayah menyempit.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 9:26

Kekuasaan Salomo adalah anugerah Allah. Kita pun diberikan posisi atau pengaruh oleh Tuhan, bukan untuk kepentingan sendiri, tetapi untuk menjadi berkat dan menegakkan keadilan bagi sesama.

Bapa, pakailah kami dan pengaruh yang kami miliki untuk memuliakan-Mu dan melayani orang lain dengan adil. Amin.