Raja dan Nabi Bersatu

2 Tawarikh 32:20

Doa Sendu ke Langit

PerikopPerkataan Sanherib yang Menentang Allah · 2 Tawarikh 32:9-23 →
“Raja Hizkia dan Nabi Yesaya, anak Amos, berdoa tentang hal ini dan berseru ke langit.”

2 Tawarikh 32:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 32:20?

Ayat ini menunjukkan respon Hizkia dan nabi Yesaya terhadap hinaan Sanherib. Mereka berdoa dan berseru kepada Allah di surga, mempercayakan situasi genting itu kepada Tuhan. Ini adalah teladan penting untuk datang kepada Tuhan dalam doa saat menghadapi masalah besar.

Latar belakang

Doa bersama di tengah tekanan

Menghadapi cacian yang mempersoalkan kuasa Allah, raja dan nabi berseru bersama ke langit. Mereka mengakui keterbatasan manusia dan menempatkan masalah di hadapan Allah yang berdaulat.

Di mana

Yerusalem

di istana atau Bait Allah, sekitar tahun 701 SM

Kapan

~701 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hinaan Asyur kepada Allah
Malaikat membinasakan tentara
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Tawarikh

Tradisi rabinik mengaitkan dengan Ezra, imam dan ahli Taurat

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Umat Israel yang diajak melihat kuasa doa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הִתְפַּלֵּל

hitpallel · berdoa

memohon dengan sungguh-sungguh, membuat permohonan di hadapan Allah

זָעַק

za'aq · berseru

memanggil dengan nyaring, teriakan minta tolong yang mendesak

שָׁמַיִם

shamayim · langit

tempat kediaman Allah, sumber pertolongan dari atas

Doa bukan sekadar ritual, tetapi teriakan dan permohonan nyata kepada Allah yang bertakhta di langit. Kedua kata kerja menunjukkan intensitas dan kepasrahan.

Tahukah kamu

Yesaya aktif saat itu

Yesaya adalah nabi yang melayani sekitar 40 tahun dan memberikan dukungan langsung kepada Hizkia dalam krisis ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 32:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 32:20

✕  Sering dikira

Doa hanya aktivitas rohani tanpa dampak nyata.

✓  Yang sebenarnya

Doa mengubah sejarah; Allah menjawab dengan tindakan nyata.

✕  Sering dikira

Hizkia dan Yesaya tidak perlu berdoa karena sudah tahu akhirnya.

✓  Yang sebenarnya

Mereka tetap berdoa dengan sungguh-sungguh; iman tidak meniadakan doa.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 32:20

Saat menghadapi masalah yang tampaknya mustahil, kita perlu meneladani Hizkia dan Yesaya: berdoa dan berseru kepada Tuhan. Jangan hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tapi bawa setiap pergumulan dalam doa, karena Tuhan mendengar seruan umat-Nya.

Ya Allah, ajarkan kami untuk selalu berdoa dan berseru kepada-Mu di tengah kesulitan, karena Engkau mendengar dan menjawab doa umat-Mu. Amin.