Janji Pertolongan Saat Bencana

2 Tawarikh 20:9

Doa dan Puasa Menghadapi Musuh

PerikopKemenangan Yosafat atas Moab dan Ammon · 2 Tawarikh 20:1-30 →
“‘Jika malapetaka datang atas kami, yaitu pedang, penghukuman, penyakit sampar, atau kelaparan, kami akan berdiri di depan bait ini, di hadapan-Mu, sebab nama-Mu tinggal di bait ini. Kami akan berseru kepada-Mu dalam kesesakan kami hingga Engkau mendengar dan menyelamatkan kami.’”

2 Tawarikh 20:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 20:9?

Ayat ini berisi doa yang diucapkan bangsa Israel: jika malapetaka datang, mereka akan berdiri di hadapan bait Allah, berseru kepada-Nya dalam kesesakan, dan memohon pertolongan. Ini menunjukkan keyakinan bahwa Allah mendengar dan menyelamatkan.

Latar belakang

Ketentuan Pertolongan

Yosafat mengutip perjanjian yang dibuat saat bait didedikasikan. Dalam keadaan sulit, umat boleh berdiri di hadapan bait dan berseru, dan Tuhan akan mendengar serta menyelamatkan.

Di mana

Yerusalem

Di pelataran bait TUHAN

Kapan

~850 SM

Masa Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan bait suci
Invasi musuh
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yosafat

Raja Yehuda, melanjutkan doanya

T

Kepada

Tuhan Allah Israel

Allah yang mendengar doa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עמד

amad · berdiri

berdiri tegak, hadir, mengambil sikap

זעק

za'aq · berseru

berteriak minta tolong, memanggil dengan keras

ישע

yasha · menyelamatkan

menolong, membebaskan, memberi kemenangan

Berdiri di hadapan Tuhan, berseru dengan keras, dan yakin akan keselamatan-Nya adalah inti doa umat. Ini menunjukkan sikap aktif dan iman.

Tahukah kamu

Rangkaian Bencana

Disebut empat jenis bencana: pedang, penghukuman, sampar, kelaparan – khas untuk perjanjian dan doa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 20:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 20:9

✕  Sering dikira

Tuhan hanya akan menolong jika umat berada di bait secara fisik.

✓  Yang sebenarnya

Bait adalah simbol, dan doa dapat dilakukan di mana saja, yang penting hati tertuju kepada-Nya.

✕  Sering dikira

Bencana adalah bukti bahwa Tuhan meninggalkan umat-Nya.

✓  Yang sebenarnya

Bencana bisa menjadi alat untuk menarik umat kembali kepada Tuhan, bukan tanda ditinggalkan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 20:9

Dalam kesesakan, jangan lari dari Tuhan, justru datanglah kepada-Nya dengan berani. Bait Allah bagi kita sekarang adalah hadirat-Nya melalui doa dan firman; serukanlah nama-Nya, karena Ia setia untuk mendengar.

Ya Tuhan, saat aku dalam kesesakan, tarik hatiku untuk berseru kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau akan menyelamatkanku. Amin.