Doa pembukaan Yosafat
2 Tawarikh 20:6
Doa Yosafat di Tengah Krisis
“Dia berkata, “Ya, TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di surga? Engkaulah yang memerintah atas seluruh kerajaan bangsa-bangsa. Kuasa dan keperkasaan ada dalam tangan-Mu sehingga tidak ada yang dapat bertahan melawan-Mu.”2 Tawarikh 20:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.”2 Tawarikh 20:6 · TB
Terjemahan Baru
“dan berdoa dengan suara keras, "Ya TUHAN, Allah leluhur kami! Engkau Allah di surga dan memerintah atas semua bangsa di bumi. Engkau berkuasa dan kuat; tak seorang pun sanggup melawan Engkau.”2 Tawarikh 20:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And said, O LORD God of our fathers, art not thou God in heaven? and rulest not thou over all the kingdoms of the heathen? and in thine hand is there not power and might, so that none is able to withstand thee?”2 Tawarikh 20:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 20:6?
Ayat ini adalah bagian doa Yosafat yang mengakui kedaulatan Allah: bahwa Dialah Allah di surga, yang memerintah atas semua kerajaan, dan memiliki kuasa serta keperkasaan. Ini adalah pernyataan iman yang kuat bahwa tidak ada yang dapat bertahan melawan Allah. Yosafat mengingatkan dirinya dan umat akan kebesaran Tuhan sebelum meminta pertolongan.
Latar belakang
Mengakui kedaulatan Allah
Yosafat memulai doa dengan mengakui ke-Tuhan-an Allah atas seluruh bangsa-bangsa. Ini bukan basa-basi, melainkan dasar teologis untuk meminta pertolongan: jika Allah berkuasa atas semua, maka musuh pun ada di bawah kendali-Nya.
Di mana
Yerusalem
Pelataran bait Allah, dalam doa
Kapan
~850 SM
Masa pemerintahan Yosafat
Yang berbicara
Yosafat
Raja Yehuda yang saleh, berusaha mengikuti jejak Asa
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang diakui berdaulat atas segala bangsa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָשַׁל
mashal · memerintah
memegang pemerintahan, berkuasa atas
כֹּחַ
koakh · kuasa
kekuatan, kemampuan
גְּבוּרָה
gevurah · keperkasaan
keberanian, kekuatan heroik
Kombinasi 'kuasa' (koakh) dan 'keperkasaan' (gevurah) menggambarkan kekuatan yang mampu bertindak dan menang. 'Memerintah' (mashal) bukan sekadar simbolis, tetapi aktif mengendalikan. Jadi, pengakuan ini adalah fondasi untuk berdoa: Allah sanggup dan berdaulat.
Tahukah kamu
Tuhan atas bangsa-bangsa
Konsep bahwa Allah Israel adalah raja atas semua bangsa cukup unik di zaman itu, karena banyak orang menyembah dewa-dewa lokal. Yosafat menegaskan universalisme, yang menjadi dasar iman Yahudi dan Kristen.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 20:6
1 Tawarikh 29:11
pujian kedaulatan
“Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan keperkasaan, kehormatan dan kemuliaan, ya, segala-galanya!”
Daniel 4:34
pemerintahan kekal
“Sebab kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal, kerajaan-Nya turun-temurun.”
Matius 6:13
pengakuan kuasa
“Sebab Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 20:6
✕ Sering dikira
Menganggap Allah hanya punya kuasa atas Israel, bukan atas bangsa lain.
✓ Yang sebenarnya
Yosafat justru menegaskan bahwa Allah memerintah semua bangsa, termasuk musuh Israel.
✕ Sering dikira
Mengira meminta pertolongan karena Israel lebih kuat, padahal nanti di ayat 12 mereka mengaku lemah.
✓ Yang sebenarnya
Doa ini justru pengakuan kelemahan dan ketergantungan total kepada Allah.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 20:6
Saat berdoa, mulailah dengan mengingat siapa Allah. Mengakui kuasa-Nya akan mengubah cara kita memandang masalah. Jika Allah di pihak kita, tidak ada yang mustahil.
Tuhan, Engkau adalah Raja di atas segala raja. Aku percaya kuasa-Mu tak terbatas. Tolong aku untuk selalu mengingat kebesaran-Mu. Amin.