Kapal yang Hancur

2 Tawarikh 20:36

Nubuat Kehancuran

Dia bersekutu dengan Ahazia untuk membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Kapal-kapal itu mereka buat di Ezion-Geber.

2 Tawarikh 20:36 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 20:36?

Yosafat melanjutkan persekutuan dengan Ahazia untuk membuat kapal di Ezion-Geber, yang akhirnya dihancurkan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa keputusan yang salah akan membawa konsekuensi yang merugikan, dan Tuhan dapat memperingatkan kita melalui firman-Nya.

Latar belakang

Nubuat Eliezer

Eliezer, seorang nabi, menyampaikan firman Tuhan bahwa aliansi ini akan gagal. Kapal-kapal yang dibuat di Ezion-Geber kemudian hancur.

Di mana

Ezion-Geber

Pelabuhan di Laut Merah, tempat kapal dibuat

Kapan

~850 SM

Raja-raja Yehuda (Kerajaan Terbagi)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Aliansi dengan Ahazia
Kapal pecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Tawarikh

Sejarawan imam, pasca-pembuangan

P

Kepada

Pembaca Yehuda

Mereka yang perlu belajar dari kesalahan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נִבָּא

nibba · bernubuat

menyampaikan firman

עַל

al · melawan

terhadap

שָׁבַר

shavar · hancur

memecahkan

Kata 'hancur' (shavar) menunjukkan kehancuran total, menegaskan bahwa campur tangan Tuhan tidak dapat digagalkan.

Tahukah kamu

Ezion-Geber

Kota ini identik dengan Teluk Aqaba, tempat Salomo juga membangun kapal.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 20:36

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 20:36

✕  Sering dikira

Menganggap semua usaha dagang yang gagal adalah karena dosa.

✓  Yang sebenarnya

Konteksnya adalah aliansi yang melawan kehendak Tuhan, bukan semua bisnis.

✕  Sering dikira

Mengira Eliezer adalah imam.

✓  Yang sebenarnya

Ia adalah nabi dari Maresa, bukan imam.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 20:36

Terkadang kita keras kepala dan terus melanjutkan rencana yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Belajarlah untuk mendengar teguran dan peringatan dari Tuhan, dan bertobatlah sebelum terlambat.

Tuhan, maafkan aku karena sering mengabaikan peringatan-Mu. Ajar aku untuk peka terhadap suara-Mu dan berani mengubah rencana yang tidak berkenan kepada-Mu. Amin.