Kematian Raja Ahab di Ramot-Gilead
2 Tawarikh 18:34
Nabi Palsu dan Kebenaran yang Ditolak
“Pertempuran itu bertambah sengit pada hari itu. Raja Israel tetap berdiri di dalam keretanya dan berhadapan dengan orang-orang Aram itu sampai petang. Dia mati saat matahari terbenam.”2 Tawarikh 18:34 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi pertempuran itu bertambah seru pada hari itu, dan raja Israel tetap berdiri di dalam kereta berhadapan dengan orang Aram itu sampai petang. Ia mati ketika matahari terbenam.”2 Tawarikh 18:34 · TB
Terjemahan Baru
“Tapi karena pertempuran masih berkobar, Raja Ahab tetap berdiri sambil ditopang dalam keretanya menghadap tentara Siria. Pada waktu matahari terbenam ia meninggal.”2 Tawarikh 18:34 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the battle increased that day: howbeit the king of Israel stayed himself up in his chariot against the Syrians until the even: and about the time of the sun going down he died.”2 Tawarikh 18:34 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 18:34?
Raja Israel bertahan dalam keretanya melawan Aram sampai petang, tetapi ia mati saat matahari terbenam. Genaplah nubuat Mikha bahwa Ahab akan tewas di Ramot-Gilead, dan kematiannya menjadi bukti bahwa firman Tuhan yang disampaikan melalui nabi-Nya adalah benar.
Latar belakang
Pertempuran Berakhir, Ahab Tewas
Meskipun terluka parah oleh panah yang mengenai sambungan zirahnya, Ahab tetap berdiri di dalam kereta perangnya untuk menahan serangan Aram hingga petang. Ketika matahari terbenam, dia mati, persis seperti yang dinubuatkan Mikha.
Di mana
Ramot-Gilead
Medan perang di sebelah timur sungai Yordan, saat matahari terbenam
Kapan
~853 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis Kitab 2 Tawarikh
Sejarawan Imamat yang menulis dari perspektif Yehuda
Kepada
Pembaca Kitab Tawarikh
Orang-orang Yehuda pasca-pembuangan, umumnya para imam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִלְחָמָה
milchamah · pertempuran
perang atau pertempuran, sering kali sebagai hukuman Ilahi
עָמַד
amad · tegak
berdiri, tetap bertahan, atau tetap di posisi
בּוֹא הַשֶּׁמֶשׁ
bo hashemesh · matahari terbenam
waktu ketika matahari masuk, menandakan akhir hari
Ketiganya menyoroti kedaulatan Allah: meski Ahab 'berdiri' dalam 'pertempuran' yang sengit, 'matahari terbenam' menandai akhir hidupnya, menunjukkan bahwa usaha manusia tidak dapat menggagalkan rencana Allah.
Tahukah kamu
Panah 'Sembarangan'
Panah yang membunuh Ahab ditembakkan 'dengan sembarangan' (ay. 33), namun Kitab 1 Raja-raja mencatat bahwa itu sebagai penggenapan firman Tuhan yang disampaikan Elia (1 Raj. 21:19).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 18:34
1 Raja-raja 22:34-35
paralel langsung
“Lalu seseorang menarik panahnya dan menembak raja Israel dengan sembarangan... raja Israel mati pada waktu matahari terbenam.”
1 Raja-raja 21:19
nubuat penggenapan
“Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing menjilat darah Nabot, di situ anjing akan menjilat darahmu juga.”
2 Tawarikh 18:16
penggenapan kematian
“Aku melihat seluruh Israel tercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak bergembala.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 18:34
✕ Sering dikira
Menganggap kematian Ahab terjadi karena nasib sial atau tembakan acak.
✓ Yang sebenarnya
Kematian Ahab adalah penghakiman Allah yang digenapi, bukan sekadar kebetulan.
✕ Sering dikira
Menyimpulkan bahwa berdiri di kereta menunjukkan keberanian yang patut ditiru.
✓ Yang sebenarnya
Ahab menolak bertobat dan mati memberontak, menjadi peringatan akan konsekuensi dosa.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 18:34
Firman Tuhan tidak pernah gagal. Meskipun ada banyak nabi palsu yang berkata sebaliknya, kebenaran Tuhan tetap tegak. Dalam hidup, jangan mudah percaya pada perkataan yang menyenangkan tapi tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan. Peganglah firman-Nya, karena itu pasti digenapi.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu mempercayai dan menaati firman-Mu, sekalipun banyak suara yang bertentangan. Amin.