Teguran Hanani kepada Raja Asa
2 Tawarikh 16:7
Kesalahan Asa Mengandalkan Aram
PerikopTahun-Tahun Terakhir Asa · 2 Tawarikh 16:1-14 →“Pada waktu itu, Hanani, sang pelihat itu, datang kepada Asa, raja Yehuda, dan berkata kepadanya, “Karena engkau bersandar pada raja Aram dan tidak bersandar pada TUHAN, Allahmu, maka pasukan raja Aram akan lepas dari tanganmu.”2 Tawarikh 16:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.”2 Tawarikh 16:7 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu Nabi Hanani datang kepada Raja Asa dan berkata, "Karena engkau bersandar kepada raja Siria, dan bukan kepada TUHAN Allahmu, maka hilanglah kesempatanmu untuk mengalahkan tentara raja Israel.”2 Tawarikh 16:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And at that time Hanani the seer came to Asa king of Judah, and said unto him, Because thou hast relied on the king of Syria, and not relied on the LORD thy God, therefore is the host of the king of Syria escaped out of thine hand.”2 Tawarikh 16:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 16:7?
Hanani, pelihat Tuhan, menegur Asa karena ia lebih mengandalkan raja Aram daripada Tuhan. Teguran ini menunjukkan bahwa tindakan Asa adalah kesalahan besar, dan sebagai akibatnya, ia akan menghadapi peperangan.
Latar belakang
Teguran atas Ketidakpercayaan
Setelah Asa membuat perjanjian dengan Aram, Hanani datang menegurnya. Ia menyatakan bahwa karena Asa bersandar pada Aram dan bukan pada TUHAN, ia kehilangan kesempatan untuk mengalahkan Aram. Ini adalah momen konfrontasi antara nabi dan raja.
Di mana
Yerusalem
Istana raja, setelah peristiwa Rama
Kapan
~875 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Hanani
Pelihat, pemberani, pembawa firman
Kepada
Raja Asa
Raja Yehuda, sebelumnya setia, kini goyah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁעַן
sha'an · bersandar
bersandar, mengandalkan, percaya
יְהוָה
YHWH · TUHAN
Nama pribadi Allah, yang setia pada perjanjian
חַיִל
chayil · pasukan
kekuatan, pasukan, tentara
Kata 'bersandar' (sha'an) berarti bersandar sepenuhnya pada sesuatu. Ketika kita bersandar pada kekuatan manusia (pasukan Aram), kita kehilangan kekuatan ilahi yang sebenarnya tersedia.
Tahukah kamu
Akses ke Surga
Hanani adalah ayah dari Yehu, yang juga seorang nabi yang menegur raja Baesa (1 Raj. 16:1). Keluarga ini tampaknya memiliki 'bisnis' menegur raja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 16:7
Mazmur 20:8
percaya pada kuasa
“Ada yang membanggakan kereta, ada yang membanggakan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.”
Yeremia 17:5
mengandalkan manusia
“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”
Yesaya 31:1
mengandalkan kuasa asing
“Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir untuk minta pertolongan, yang mengandalkan kuda!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 16:7
✕ Sering dikira
Menganggap teguran ini terlalu keras, seolah-olah Asa tidak boleh meminta bantuan manusia sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Teguran ini bukan anti-politik, tetapi tentang prioritas: Asa seharusnya pertama-tama bersandar pada TUHAN, bukan pada Aram.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa 'pasukan raja Aram akan lepas' berarti Asa akan kalah perang melawan Aram.
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya, karena Asa tidak bersandar pada TUHAN, ia kehilangan kesempatan untuk menang atas Aram; yang lepas adalah peluang itu.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 16:7
Saat menghadapi masalah, kita sering tergoda untuk mencari bantuan dari hal-hal duniawi. Namun, Tuhan melihat hati kita dan menginginkan kita bersandar kepada-Nya. Mari periksa kembali: apakah kita lebih percaya pada kekuatan sendiri atau pada Tuhan?
Tuhan, ajarlah aku untuk selalu bersandar pada-Mu, bukan pada kekuatan duniawi. Amin.