Rehabeam mengambil Mahalat sebagai istri

2 Tawarikh 11:18

Rehabeam memperkuat kerajaan, imam-imam berbalik

Rehabeam mengambil Mahalat, anak perempuan Yerimot, anak Daud dengan Abihail, anak perempuan Eliab, anak Isai.

2 Tawarikh 11:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 11:18?

Ayat ini mencatat bahwa Rehabeam mengambil Mahalat sebagai istri, yang merupakan anak dari Yerimot (anak Daud) dan Abihail (cucu Isai). Ini menunjukkan silsilah dan praktik pernikahan pada masa itu.

Latar belakang

Pernikahan politik untuk memperkuat dinasti

Rehabeam menikahi Mahalat, seorang keturunan Daud, untuk menjaga kesinambungan garis keluarga kerajaan. Ini menunjukkan pentingnya ikatan keluarga dalam politik dan penerus takhta.

Di mana

Yerusalem

Di istana kerajaan, konteks genealogi

Kapan

~920 SM

Kerajaan Terbagi: Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penguatan kerajaan
Pernikahan dengan Maakha
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Tawarikh

Sejarawan imam pasca-pembuangan, ~400 SM

O

Kepada

Orang Israel yang kembali dari pembuangan

Mereka perlu belajar dari sejarah nenek moyang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לָקַח

laqach · mengambil

mengambil, memilih, menikahi

אִשָּׁה

ishshah · istri

wanita, istri

בֶּן דָּוִד

ben Dawid · anak Daud

keturunan Daud

Kata 'mengambil' menunjukkan pernikahan sebagai keputusan aktif. Menikahi keturunan Daud memperkuat klaim Rehabeam atas takhta, tetapi juga menuntut kesetiaan pada perjanjian Daud.

Tahukah kamu

Nama Mahalat

Mahalat berarti 'kecapi' atau 'penyakit' dalam bahasa Ibrani, tetapi dalam konteks ini lebih mungkin berarti 'kecapi'.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 11:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 11:18

✕  Sering dikira

Rehabeam hanya menikah untuk cinta.

✓  Yang sebenarnya

Pernikahan raja adalah strategi politik dan agama untuk memperkuat dinasti.

✕  Sering dikira

Mahalat adalah istri pertama dan satu-satunya pada saat itu.

✓  Yang sebenarnya

Rehabeam kemudian mengambil banyak istri dan gundik; ayat ini hanya mencatat yang pertama.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 11:18

Keputusan pernikahan membawa konsekuensi jangka panjang. Kita perlu memilih pasangan dengan bijak dan berdasarkan kehendak Tuhan, bukan hanya pertimbangan politik atau sosial.

Tuhan, bimbing kami dalam setiap keputusan penting, terutama dalam memilih pasangan hidup, agar sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.