Perintahkan Serangan Melalui Saluran Air
2 Samuel 5:8
Daud Menaklukkan Yerusalem
PerikopDaud Menguasai Kota Yerusalem · 2 Samuel 5:6-16 →“Pada hari itu, Daud berkata, “Siapa yang mengalahkan orang Yebus harus masuk melalui saluran air, sebab orang-orang timpang dan orang-orang buta dibenci oleh hati Daud.” Karena itu, orang berkata, “Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk ke bait.””2 Samuel 5:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta." Sebab itu orang berkata: "Orang- orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait."”2 Samuel 5:8 · TB
Terjemahan Baru
“(5:7)”2 Samuel 5:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu Daud mendengar hinaan orang Yebus itu, dia berkata kepada pasukannya, “Ayo! Kota ini dibela oleh orang ‘lumpuh’ dan ‘buta,’ dan saya membenci mereka! Siapa yang siap menyerbu mereka, masuklah melalui saluran air.” (Inilah asal mula peribahasa, “Orang buta dan orang lumpuh tidak boleh masuk ke istana.”)”2 Samuel 5:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And David said on that day, Whosoever getteth up to the gutter, and smiteth the Jebusites, and the lame and the blind, that are hated of David’s soul, he shall be chief and captain. Wherefore they said, The blind and the lame shall not come into the house.”2 Samuel 5:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 5:8?
Daud menginstruksikan agar orang Yebus diserang melalui saluran air, karena mereka dianggap sebagai orang timpang dan buta yang dibenci. Perkataan ini menjadi peribahasa yang melarang orang timpang dan buta masuk ke bait, menunjukkan pandangan yang keras pada masa itu.
Latar belakang
Taktik Cerdik Daud
Daud memberikan perintah bahwa siapa pun yang ingin mengalahkan orang Yebus harus masuk melalui terowongan air (saluran air) yang tersembunyi. Ini adalah strategi yang tidak terduga, dan Daud juga mengutuk orang Yebus yang dianggapnya 'buta dan timpang', yang kemudian menjadi peribahasa.
Di mana
Yerusalem
Di sekitar benteng Sion, saat penyerangan
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Bersatu Israel
Yang berbicara
Daud
Raja Israel, mantan gembala, pemimpin yang diurapi
Kepada
Orang-orang Daud
Prajurit dan pengikut setia Daud
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צִנּוֹר
tsinnor · saluran air
pipa atau terowongan air, mungkin juga tabung
פִּסֵּחַ
pisseach · timpang
pincang, lumpuh, orang yang cacat kaki
שָׂנֵא
sane · dibenci
membenci, menolak
Tsinnor menunjukkan terowongan air yang menjadi kunci kemenangan. Daud menyebut orang Yebus 'timpang dan buta' sebagai ejekan, tetapi di kemudian hari kata-kata ini dipakai untuk melarang orang cacat masuk bait, yang sebenarnya bukan niat Daud.
Tahukah kamu
Terowongan Air Kuno
Saluran air ini mungkin adalah sistem terowongan yang sudah ada untuk mengambil air dari mata air Gihon, yang terletak di bawah bukit. Daud menggunakan pengetahuan tentang sistem air ini untuk mengejutkan musuh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 5:8
2 Samuel 5:7
Kontekstual perebutan Sion
“Namun, Daud merebut benteng pertahanan Sion, yaitu kota Daud.”
1 Tawarikh 11:6
Strategi serangan
“Daud berkata, 'Siapa yang lebih dahulu memukul orang Yebus akan menjadi kepala dan panglima.' Dan Yoab anak Zeruya maju lebih dahulu, lalu ia menjadi kepala.”
Mazmur 24:7
Raja masuk ke kota
“Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang kekal, supaya Raja Kemuliaan masuk!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 5:8
✕ Sering dikira
Menganggap Daud membenci orang cacat secara umum.
✓ Yang sebenarnya
Daud berbicara tentang musuh, bukan orang cacat. Kemudian larangan masuk bait untuk orang cacat adalah interpretasi yang salah.
✕ Sering dikira
Mengira Daud memerintahkan pembunuhan orang buta dan timpang.
✓ Yang sebenarnya
Daud hanya menggunakan istilah itu sebagai ejekan terhadap orang Yebus, dan tidak ada perintah untuk membunuh orang cacat.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 5:8
Kata-kata kita dapat berdampak panjang, bahkan menjadi semacam aturan yang tidak tertulis. Berhati-hatilah dalam berbicara, terutama saat emosi atau frustrasi, karena perkataan kita bisa melukai atau mengecualikan orang lain.
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengontrol perkataan kami agar tidak menyakiti atau merendahkan orang lain. Amin.