Pembunuhan yang Licik

2 Samuel 4:6

Kematian Isyboset dan Kedaulatan Daud

PerikopIsyboset Dibunuh · 2 Samuel 4:1-12 →
“Mereka masuk sampai ke bagian tengah rumah, lalu berpura-pura mengambil gandum. Lalu, mereka menikam perutnya, lalu Rekhab dan Baana, kedua saudara itu, melarikan diri.”

2 Samuel 4:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 4:6?

Rekh dan Baana menikam Isyboset di perutnya saat ia berbaring, lalu melarikan diri. Ini adalah pembunuhan berdarah dingin terhadap seorang pemimpin yang tidak berdaya.

Latar belakang

Penyusupan dan pembunuhan

Rekhab dan Baana masuk ke bagian tengah rumah dengan alasan mengambil gandum, lalu menikam perut Isyboset. Mereka melarikan diri setelah melakukan pembunuhan itu.

Di mana

Mahanaim

Di tengah rumah Isyboset

Kapan

~1010 SM

Periode peralihan dari Saul ke Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Abner mati
Kepala dibawa ke Daud
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Narator sejarah kerajaan Daud, ~1000 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Orang Israel yang ingin tahu sejarah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חִטִּים

chittim · gandum

biji-bijian, gandum

וַיַּכֵּהוּ

vayakkehu · menikam

memukul, menusuk, membunuh

הַחֹמֶשׁ

hachomesh · perutnya

perut, bagian tengah tubuh

Tindakan mereka licik: pura-pura mencari gandum, tetapi sebenarnya menikam. Kata 'menikam' menunjukkan kekerasan yang brutal.

Tahukah kamu

Pura-pura mengambil gandum

Mereka menyamar sebagai pekerja atau pencuri gandum untuk menutupi niat jahat mereka, menunjukkan kelicikan mereka.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 4:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 4:6

✕  Sering dikira

Menganggap mereka diizinkan masuk untuk mengambil gandum.

✓  Yang sebenarnya

Mereka memakai alasan itu untuk menutupi niat jahat.

✕  Sering dikira

Berpikir Isyboset mati tanpa perlawanan karena takdir.

✓  Yang sebenarnya

Ia dibunuh secara licik oleh orang-orangnya sendiri.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 4:6

Hidup manusia sangat berharga di mata Tuhan. Kita harus menolak segala bentuk kekerasan dan menghargai kehidupan, apa pun alasannya.

Ya Tuhan, mampukan aku untuk selalu menghormati kehidupan dan tidak main-main dengan nyawa sesamaku. Amin.