Amukan Abner dan balas dendam
2 Samuel 3:8
Naiknya Daud dan Jatuhnya Saul
“Abner sangat marah atas perkataan Isyboset itu, katanya, “Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai hari ini, aku menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya, dan kepada sahabat-sahabatnya. Aku tidak menyerahkanmu ke dalam tangan Daud. Namun, sekarang, engkau menuduhku berbuat salah dengan perempuan.”2 Samuel 3:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu sangat marahlah Abner karena perkataan Isyboset itu, katanya: "Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan?”2 Samuel 3:8 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Abner menjadi sangat marah dan ia berkata, "Apakah Tuanku menyangka aku ini mengkhianati Saul dan memihak kepada Yehuda? Sejak semula aku setia kepada Saul ayah Tuan, dan kepada sanak-saudaranya serta teman-temannya. Aku telah menolong Tuanku sehingga tidak bisa dikalahkan oleh Daud. Meskipun begitu Tuanku menghina aku hanya karena persoalan wanita!”2 Samuel 3:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Abner menjawab dengan sangat marah, “Apakah kamu menganggap aku anjing dari Yehuda?! Sampai hari ini aku sudah setia kepada keluarga ayahmu dan para pendukungnya, meskipun aku dengan mudah bisa menyerahkan kamu ke tangan Daud. Tetapi hari ini kamu menuduh aku seolah-olah melakukan pelanggaran besar, padahal itu hanya urusan sepele dengan wanita!”2 Samuel 3:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then was Abner very wroth for the words of Ishbosheth, and said, Am I a dog’s head, which against Judah do shew kindness this day unto the house of Saul thy father, to his brethren, and to his friends, and have not delivered thee into the hand of David, that thou chargest me to day with a fault concerning this woman?”2 Samuel 3:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 3:8?
Abner sangat marah karena dituduh berkhianat. Ia menegaskan kesetiaannya kepada keluarga Saul dan merasa tersinggung oleh tuduhan Isyboset, sampai-sampai ia bersumpah untuk memindahkan kerajaan kepada Daud sesuai janji TUHAN.
Latar belakang
Kemarahan Abner yang meledak
Abner tersinggung mendengar tuduhan Isyboset. Ia menyebut Isyboset sebagai 'kepala anjing' dari Yehuda, lalu membeberkan kesetiaannya yang sudah lama kepada keluarga Saul. Ia pun bersumpah untuk mewujudkan janji TUHAN kepada Daud.
Di mana
Mahanaim
Di istana Isyboset, setelah tuduhan dilontarkan
Kapan
~1000 SM
Transisi kepemimpinan dari Saul ke Daud
Yang berbicara
Abner
Panglima Israel yang berkuasa, sepupu Saul, kini beralih ke Daud
Kepada
Isyboset
Raja boneka Israel, anak Saul yang takut pada Abner
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֶסֶד
khesed · kesetiaan
Kasih setia yang berdasarkan perjanjian, bukan sekadar perasaan
כֶּלֶב
kelev · anjing
Anjing, simbol ketidaklayakan dan kehinaan
פָּקַד
paqad · menuduh
Mengunjungi, memeriksa, atau menuntut pertanggungjawaban
Abner menekankan 'khesed'-nya (kesetiaan berdasarkah perjanjian) kepada keluarga Saul, tetapi tuduhan 'menuduh' (paqad) dari Isyboset membuatnya membalik kesetiaan itu kepada Daud, karena ia menilai integritasnya dipertanyakan.
Tahukah kamu
Umpatan kuno
Menyebut seseorang 'kepala anjing' adalah hinaan berat di dunia kuno, karena anjing dianggap binatang najis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 3:8
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 3:8
✕ Sering dikira
Menganggap Abner benar-benar setia kepada Saul.
✓ Yang sebenarnya
Abner lebih setia pada dirinya sendiri; ia cepat berpaling ketika tersinggung.
✕ Sering dikira
Mengira 'kepala anjing dari Yehuda' berarti anjing sungguhan.
✓ Yang sebenarnya
Ini idiom untuk 'hamba yang hina' atau 'orang tak berarti'.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 3:8
Kemarahan yang tidak terkendali bisa membuat kita mengambil keputusan yang merugikan. Sebelum bereaksi, pikirkan dampak jangka panjang dari kemarahan kita.
Ya Tuhan, kendalikan amarahku dan beri aku kebijaksanaan dalam bertindak. Amin.