Ratapan di kubur Abner

2 Samuel 3:32

Abner mati, Daud berkabung

PerikopDaud Menangisi Abner · 2 Samuel 3:28-39 →
“Ketika mereka menguburkan Abner di Hebron, raja menangis dengan suara nyaring di atas kubur Abner, dan seluruh rakyat menangis.”

2 Samuel 3:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 3:32?

Abner dikuburkan di Hebron, dan Daud menangis dengan nyaring di kuburnya. Seluruh rakyat ikut menangis, menunjukkan kesedihan kolektif dan penghormatan terhadap pemimpin yang gugur.

Latar belakang

Daud menangis di kubur Abner

Abner dikuburkan di Hebron, dan Daud menangis dengan suara nyaring di kuburnya. Seluruh rakyat ikut menangis, menunjukkan bahwa mereka menerima duka Daud sebagai sesuatu yang tulus.

Di mana

Hebron

Di pemakaman, siang hari

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perintah berkabung
Ratapan Daud
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Nabi atau imam, ~1000 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan, penerima kisah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בָּכָה

bakah · menangis

menangis dengan suara atau air mata

קוֹל

qol · nyaring

suara yang keras atau nyaring

קֶבֶר

qever · kubur

makam, tempat penguburan

Daud menangis dengan suara nyaring di kubur — ini bukan hanya kesedihan pribadi, tetapi juga publik, dan kata 'kubur' mengingatkan akan realitas kematian yang tidak bisa dihindari.

Tahukah kamu

Makam di Hebron

Hebron adalah kota penting, juga tempat Abraham dimakamkan, sehingga penguburan di sana memiliki makna historis.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 3:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 3:32

✕  Sering dikira

Tangisan Daud hanya untuk pertunjukan.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab mencatat bahwa seluruh rakyat ikut menangis, menunjukkan ketulusan bersama.

✕  Sering dikira

Kubur Abner adalah kubur yang megah.

✓  Yang sebenarnya

Teks tidak menyebutkan kemegahan, hanya bahwa dia dikuburkan di Hebron dan Daud menangis di sana.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 3:32

Kesedihan yang diekspresikan secara terbuka dapat menjadi sarana penyembuhan dan solidaritas. Jangan takut untuk menunjukkan emosi, karena itu bagian dari menjadi manusia.

Tuhan, berikan kami hati yang mampu berduka dan turut merasakan kepedihan orang lain. Amin.