Pembawa Senjata yang Setia

2 Samuel 23:38

Para Pahlawan Daud yang Setia

Ira, orang Yetri; Gareb, orang Yetri,

2 Samuel 23:38 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 23:38?

Ayat ini melanjutkan daftar pahlawan Daud, menyebut dua orang dari Yetri. Ini menunjukkan bahwa keturunan dan asal daerah mereka diingat, menegaskan bahwa Allah menghargai setiap orang, tidak peduli dari mana mereka berasal.

Latar belakang

Dua Pahlawan dari Beerot

Naharai, orang Beerot, disebut sebagai pembawa senjata Yoab. Ini menunjukkan peran penting di belakang layar, bukan hanya prajurit garis depan.

Di mana

Yerusalem

Ruang catatan kerajaan, sekitar istana Daud

Kapan

~970 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud berkuasa penuh
Suksesi Salomo
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Nabi atau imam, mencatat sejarah kerajaan

P

Kepada

Pembaca kitab

Umat Israel yang mengenal tokoh-tokoh ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נַחְרַי

Nachray · Naharai

nama pribadi, mungkin terkait dengan 'mendengkur' atau 'nafas'

בְּאֵרוֹת

Be'erot · Beerot

kota di Benyamin, berarti 'sumur-sumur'

נֹשֵׂא כֵלִים

nose kheilim · pembawa senjata

orang yang membawa perlengkapan perang

Pembawa senjata adalah peran vital; tanpa dia, Yoab tak bisa bertempur. Setiap tugas, sekecil apa pun, bermakna bagi kerajaan Allah.

Tahukah kamu

Beerot dalam Suku Benyamin

Beerot adalah kota di wilayah Benyamin, juga asal dari pembunuh Isyboset (2 Sam 4:2), tapi Naharai tetap setia kepada Daud.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 23:38

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 23:38

✕  Sering dikira

Mengira Naharai hanya orang biasa

✓  Yang sebenarnya

Ia masuk daftar pahlawan dan dipercaya membawa senjata panglima.

✕  Sering dikira

Mengira Beerot adalah kota Filistin

✓  Yang sebenarnya

Beerot adalah kota Israel di suku Benyamin.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 23:38

Jangan pernah meremehkan orang berdasarkan latar belakangnya. Setiap orang memiliki nilai dan kontribusi unik bagi keluarga, gereja, atau komunitas. Kita harus belajar melihat dan menghargai keunikan yang Tuhan berikan kepada setiap orang.

Bapa, bukalah mataku untuk melihat nilai dalam setiap orang yang Kautempatkan di sekelilingku, dan bantu aku menghargai mereka sebagaimana Engkau menghargai mereka. Amin.