Simei sujud di hadapan raja

2 Samuel 19:18

Daud Kembali dan Berdamai

Kemudian, mereka menyeberang dari tempat penyeberangan untuk menyeberangkan keluarga raja dan untuk melakukan apa yang baik dalam pandangannya. Lalu, Simei, anak Gera, sujud di hadapan raja ketika dia hendak menyeberangi Sungai Yordan.

2 Samuel 19:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 19:18?

Simei sujud di hadapan Daud saat hendak menyeberang, menunjukkan penyesalan dan kerendahan hati. Namun, kita tidak tahu apakah itu tulus atau hanya taktik.

Latar belakang

Simei menyembah Daud

Setelah menyeberang, Simei sujud di hadapan Daud dan memohon ampun. Ini adalah momen dramatis, karena Simei sebelumnya adalah musuh Daud.

Di mana

Sungai Yordan

Tempat penyeberangan, siang hari

Kapan

~980 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian Absalom
Daud kembali ke Yerusalem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Nabi/samuel, ~950 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat pilihan, ~950 SM

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָבְרוּ

avru · menyeberang

menyeberang (sungai)

וַיִּפֹּל

vayipol · sujud

jatuh, sujud

לִפְנֵי

lifnei · di hadapan

di depan, di hadapan

Tindakan sujud (jatuh) di hadapan raja menunjukkan penaklukan total. Ini menekankan kerendahan hati Simei yang kontras dengan sikapnya sebelumnya.

Tahukah kamu

Sujud di hadapan raja

Sujud (proskynesis) adalah bentuk penghormatan tertinggi di Timur Dekat kuno, menunjukkan penyerahan dan pengakuan otoritas raja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 19:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 19:18

✕  Sering dikira

Daud langsung memaafkan Simei dengan tulus.

✓  Yang sebenarnya

Daud memberi pengampunan, tapi tetap waspada; ia kemudian berpesan kepada Salomo untuk menghadapi Simei.

✕  Sering dikira

Simei sujud sebagai tanda pertobatan sejati.

✓  Yang sebenarnya

Bisa jadi hanya taktik untuk menyelamatkan diri; teks tidak menyebut pertobatan batin.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 19:18

Waspadalah dengan permintaan maaf yang datang ketika tekanan sedang kuat. Jangan cepat menilai, tapi serahkan kepada Tuhan untuk menilai hati yang sebenarnya.

Ya Tuhan, tolong aku untuk tidak mudah menghakimi, tapi serahkan segala hal kepada penilaian-Mu yang adil. Amin.