Prajurit melarang raja maju
2 Samuel 18:3
Daud tidak ikut berperang
PerikopDaud Siap Berperang · 2 Samuel 18:1-5 →“Namun, orang-orang itu menjawab, “Engkau jangan maju, sebab apabila kami terpaksa melarikan diri, mereka tidak akan memberi perhatian kepada kami. Sekalipun setengah dari kami mati, mereka tidak akan memberi perhatian kepada kami. Akan tetapi, engkau sekarang sama harganya dengan sepuluh ribu dari kami. Karena itu, lebih baik bagimu untuk membantu dari kota.””2 Samuel 18:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi tentara itu berkata: "Janganlah tuanku maju berperang; sebab apabila kami terpaksa melarikan diri, maka mereka tidak akan menghiraukan kami; bahkan sekalipun mati separuh dari pada kami, mereka tidak akan menghiraukan kami; tetapi tuanku sama harganya dengan sepuluh ribu orang dari pada kami. Sebab itu, adalah lebih baik, bahwa tuanku bersedia menolong kami dari kota."”2 Samuel 18:3 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi orang-orang itu menjawab, "Jangan Baginda. Sebab jika kami terpaksa lari, atau walaupun separuh dari kami mati, musuh belum merasa puas, sebab Bagindalah yang mereka cari. Baginda sama nilainya dengan sepuluh ribu orang dari kami. Lagipula lebih baik Baginda mengirim bantuan saja kepada kami dari dalam kota."”2 Samuel 18:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi banyak anggota pasukannya berkata, “Jangan Tuan! Seandainya kami kalah dan lari, bahkan mati sekalipun, pihak musuh tidak peduli sebab yang mereka cari adalah Raja sendiri. Nyawa Tuan lebih berharga daripada ribuan tentara. Jadi sebaiknya Tuan tinggal saja di kota dan mengirim pertolongan kalau kami membutuhkan bantuan.””2 Samuel 18:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But the people answered, Thou shalt not go forth: for if we flee away, they will not care for us; neither if half of us die, will they care for us: but now thou art worth ten thousand of us: therefore now it is better that thou succour us out of the city.”2 Samuel 18:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 18:3?
Para prajurit menolak Daud ikut berperang karena mereka menganggap nyawanya lebih berharga daripada banyak orang. Mereka khawatir jika Daud terbunuh, musuh akan fokus padanya dan mengabaikan yang lain, sehingga lebih baik Daud tetap di kota untuk memberi dukungan.
Latar belakang
Prajurit memohon Daud tidak maju perang
Mereka beralasan jika Daud ikut, musuh hanya akan mengejarnya; nyawanya jauh lebih berharga daripada mereka. Jadi mereka meminta Daud tetap di kota untuk memberi bantuan.
Di mana
Hebron
Sebelum pasukan berangkat, di depan Daud
Kapan
~980 SM
Pemberontakan Absalom
Yang berbicara
Para prajurit Daud
Orang-orang setia yang berjuang untuk Daud.
Kepada
Daud
Raja Israel yang sedang menghadapi pemberontakan anaknya.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֹא
lo · jangan
tidak, larangan
נוּס
nus · melarikan diri
lari dari bahaya
עָזַר
azar · membantu
menolong, mendukung
Kata lo dan nus menunjukkan kekhawatiran prajurit akan keselamatan Daud, sementara azar menekankan peran Daud sebagai pendukung.
Tahukah kamu
Nilai raja setara 10.000 prajurit
Prajurit menilai Daud sangat penting sehingga kehadirannya di medan perang justru berisiko.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 18:3
2 Samuel 18:4
Peran Daud di kota
“Raja berdiri di sisi pintu gerbang, sementara tentara berjalan.”
Kel 14:14
Pimpinan tidak maju
“TUHAN akan berperang untukmu, dan kamu akan diam saja.”
2 Samuel 21:17
Nasihat serupa
“Janganlah engkau maju lagi berperang, supaya jangan padam lampu Israel.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 18:3
✕ Sering dikira
Anggap prajurit penakut atau tidak setia.
✓ Yang sebenarnya
Mereka sangat setia dan melindungi raja.
✕ Sering dikira
Mengira Daud ditolak karena tidak mampu.
✓ Yang sebenarnya
Ini keputusan strategis demi keselamatan raja.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 18:3
Kita perlu menghargai orang-orang yang berkorban untuk kita. Terkadang, cara terbaik untuk membantu adalah dengan mendukung dari belakang, bukan selalu berada di garis depan. Belajarlah menerima bantuan dan nasihat dari orang lain.
Tuhan, mampukan aku untuk menghargai pengorbanan orang lain dan rendah hati menerima nasihat, serta tahu kapan harus mundur demi kebaikan bersama. Amin.