Ahimaas Ingin Membawa Kabar Baik

2 Samuel 18:19

Absalom Tewas, Daud Berduka

Lalu, Ahimaas anak Zadok berkata, “Izinkanlah aku berlari untuk menyampaikan kabar itu kepada raja, sebab TUHAN telah melepaskan dia dari tangan musuhnya.”

2 Samuel 18:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 18:19?

Ahimaas, putra Zadok, ingin membawa kabar kemenangan kepada Daud, tetapi Yoab menahannya karena kabar itu juga mencakup kematian Absalom. Ayat ini menunjukkan niat baik Ahimaas yang tidak menyadari kompleksitas situasi, bahwa kabar baik bagi raja bisa menjadi kabar buruk secara pribadi.

Latar belakang

Ahimaas Ingin Kabarkan Kemenangan

Setelah Absalom tewas, Ahimaas ingin lari membawa kabar kemenangan kepada Daud. Ia yakin TUHAN telah melepaskan raja dari musuh, jadi ini kabar baik. Namun Yoab melarangnya, karena tahu Daud akan sedih mendengar kematian putranya.

Di mana

Efraim

Pertempuran di hutan Efraim

Kapan

~970 SM

Periode Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Absalom mati
Daud menerima kabar
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ahimaas

Anak Zadok, imam, pelari cepat

Y

Kepada

Yoab

Panglima Daud, penuh ambisi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָמַר

'amar · berkata

berkata, menyatakan dengan lisan

רוּץ

ruts · berlari

berlari cepat, membawa pesan

בָּשָׂר

basar · kabar

kabar, berita, terutama kabar baik

Ahimaas menyebut ini kabar keselamatan, bukan sekadar berita perang. Dalam bahasa Ibrani, 'basar' juga akar kata 'daging'—berita yang terasa hidup, tetapi Yoab punya pertimbangan politis.

Tahukah kamu

Ahimaas di Kitab Tawarikh

Ahimaas disebut sebagai menantu Daud, tetapi ia tetap gagah sebagai pembawa kabar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 18:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 18:19

✕  Sering dikira

Ahimaas ingin kabar baik karena egois.

✓  Yang sebenarnya

Ia memang tulus, tetapi Yoab tahu dampak emosionalnya.

✕  Sering dikira

Yoab melarang karena tidak suka Ahimaas.

✓  Yang sebenarnya

Yoab mau memilih pembawa kabar yang lebih diplomatis.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 18:19

Kadang kita ingin menyampaikan kabar baik, tetapi belum melihat gambaran utuh. Belajarlah untuk peka terhadap perasaan orang lain sebelum berbicara, karena apa yang tampak baik belum tentu tepat untuk disampaikan.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk memilih kata-kata yang tepat dan peka terhadap keadaan orang lain sebelum aku bicara. Amin.