Daud Mengirim Mata-mata

2 Samuel 15:27

Absalom Merebut Hati, Daud Melarikan Diri

Raja berkata kepada Zadok, imam itu, “Apakah engkau seorang pelihat? Pulanglah ke kota dalam damai sejahtera bersama kedua anak laki-lakimu, yaitu Ahimaas, anakmu, dan Yonatan, anak Abyatar.

2 Samuel 15:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 15:27?

Daud menyuruh Zadok kembali ke kota sebagai mata-mata, sambil berkata, 'Apakah engkau seorang pelihat?' Ini bisa berarti Daud menegur Zadok karena membawa tabut keluar, atau memintanya untuk melihat situasi. Daud mengatur rencana untuk memantau keadaan dari jauh.

Latar belakang

Daud meminta Zadok menjadi mata-matanya

Daud menyuruh Zadok kembali ke Yerusalem sebagai 'pelihat' atau pengamat, bersama anak-anak mereka, Ahimaas dan Yonatan, untuk mengirimkan kabar. Ini strategi intelijen Daud.

Di mana

Lembah Kidron

Sungai Kidron, saat pengungsian

Kapan

~980 SM

Pemberontakan Absalom

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Absalom menjadi raja
Daud kembali ke Yerusalem
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Imam

Z

Kepada

Zadok

Imam, pembawa Tabut

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רֹאֶה

ro'eh · pelihat

seseorang yang melihat secara fisik atau visioner

שָׁלוֹם

shalom · damai sejahtera

kesejahteraan utuh, keselamatan

שְׁנֵי

shenei · kedua

dua (jumlah)

Daud menggunakan istilah rohani dengan tujuan praktis, menunjukkan keseimbangan iman dan akal budi.

Tahukah kamu

Kata 'pelihat' biasanya untuk nabi

Di sini Daud memakainya secara ironis, meminta Zadok 'melihat' dan melaporkan, sambil tetap menghormati perannya sebagai imam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 15:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 15:27

✕  Sering dikira

Daud memanggil Zadok 'pelihat' karena Zadok punya karunia nubuat

✓  Yang sebenarnya

Daud memintanya menjadi pengamat, bukan bernubuat

✕  Sering dikira

Daud menyuruh Zadok kembali karena tidak percaya padanya

✓  Yang sebenarnya

Daud mempercayakan misi penting kepadanya

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 15:27

Dalam keadaan genting, kita perlu berpikir jernih dan menggunakan akal sehat. Terkadang Tuhan memakai strategi manusia, termasuk dalam pelayanan, asal tetap dalam kerangka kehendak-Nya.

Tuhan, berikan aku kebijaksanaan untuk mengambil langkah yang tepat dalam setiap situasi. Amin.