Kesetiaan Itai di Tengah Pelarian

2 Samuel 15:22

Absalom Merebut Hati Israel

Daud berkata kepada Itai, “Marilah pergi.” Lalu, Itai, orang Gat itu, pergi dengan seluruh orangnya dan seluruh anak yang menyertainya.

2 Samuel 15:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 15:22?

Daud menerima komitmen Itai dan mengizinkannya pergi bersama. Itai dan semua orangnya, termasuk anak-anak, ikut serta dengan Daud. Ini menunjukkan penerimaan Daud atas dukungan yang tulus, bahkan dari orang asing.

Latar belakang

Daud mengizinkan Itai mengikutinya

Daud sebelumnya meminta Itai kembali ke Yerusalem, tetapi Itai bersumpah setia. Daud menerima, dan Itai serta semua orangnya ikut dalam pelarian.

Di mana

Yerusalem

Di luar kota, saat rombongan pengungsi bergerak

Kapan

~975 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Absalom mendeklarasikan diri
Daud menyeberangi Kidron
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel yang sedang melarikan diri dari putranya

I

Kepada

Itai

Orang Gat, perwira keenam ratus orang, setia kepada Daud

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֵךְ

lekh · pergi

berjalan, melanjutkan perjalanan

עַבְדְּךָ

avdeka · hambamu

budakmu, pelayanmu

יִהְיֶה

yihyeh · akan ada

akan berada, tinggal

Ketiga kata ini menekankan keputusan Itai: ia 'pergi' dalam status 'hamba' dan 'akan ada' di sisi Daud, menunjukkan komitmen total.

Tahukah kamu

Itai adalah orang asing yang setia

Itai berasal dari Gat, kota orang Filistin, tapi kesetiaannya kepada Daud melebihi banyak orang Israel.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 15:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 15:22

✕  Sering dikira

Daud dan Itai adalah teman lama yang sudah saling kenal.

✓  Yang sebenarnya

Itai baru tiba sehari sebelumnya, namun memilih setia.

✕  Sering dikira

Itai ikut karena merasa wajib sebagai orang Filistin.

✓  Yang sebenarnya

Itai dengan sukarela bersumpah demi TUHAN dan Daud.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 15:22

Ketika seseorang menawarkan bantuan dengan tulus, kita perlu belajar menerimanya dengan rendah hati, tidak selalu menolak. Dalam pelayanan, dukungan dari siapa pun bisa menjadi berkat, terlepas dari latar belakang mereka.

Ya Tuhan, bukalah hatiku untuk menerima bantuan dari orang lain dan bersyukur atas setiap dukungan yang Engkau kirim. Amin.