Ladang Yoab Dibakar

2 Samuel 14:31

Strategi dan Rekonsiliasi

Kemudian, Yoab berangkat dan pergi menemui Absalom ke rumahnya dan bertanya kepadanya, “Mengapa hamba-hambamu membakar ladang milikku sampai habis terbakar?”

2 Samuel 14:31 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 14:31?

Absalom membakar ladang Yoab sebagai cara yang dramatis untuk memaksa Yoab menemuinya, karena Yoab menolak dua kali undangannya. Tindakan ini menunjukkan keputusasaan dan kemarahan Absalom, serta keinginannya yang kuat untuk bertemu raja.

Latar belakang

Konfrontasi Setelah Pembakaran

Absalom membakar ladang Yoab untuk memaksa Yoab menghadapnya. Yoab datang dan bertanya mengapa ladangnya dibakar habis.

Di mana

Yerusalem

Di rumah Absalom

Kapan

~970 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembunuhan Amnon
Pemberontakan Absalom
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yoab

panglima tentara Daud, pragmatis dan licin

A

Kepada

Absalom

putra Daud, tampan dan ambisius

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֶלְקָה

chelqah · ladang

sebidang tanah atau ladang

בָּעַר

ba'ar · membakar

membakar atau menghabiskan dengan api

כָּלָה

kalah · habis

selesai, lenyap, atau habis

Tiga kata ini menunjukkan tindakan destruktif yang terencana, bukan sekadar iseng—Absalom memakai aset ekonomi Yoab untuk memaksanya datang.

Tahukah kamu

Strategi Memaksa Perhatian

Membakar ladang seseorang adalah tindakan agresif yang memaksa pemiliknya untuk bereaksi, sebuah cara kuno untuk memaksa negosiasi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 14:31

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 14:31

✕  Sering dikira

Yoab marah hanya karena kehilangan hasil panen.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang dominasi dan menghormati—pembakaran adalah tantangan terhadap otoritas Yoab.

✕  Sering dikira

Absalom bertindak impulsif tanpa perhitungan.

✓  Yang sebenarnya

Ini langkah terukur: Absalom tahu Yoab akan datang menemuinya untuk menuntut ganti rugi.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 14:31

Ketika menghadapi penolakan, kita mungkin tergoda untuk mengambil tindakan ekstrem yang merugikan orang lain. Belajarlah untuk berkomunikasi dengan sabar dan jujur, tanpa harus merusak hubungan atau harta milik orang lain.

Tuhan, tolong aku untuk menyampaikan keinginanku dengan cara yang damai dan hormat, bukan dengan tindakan yang merusak. Amin.