2 Samuel 13:32
“Akan tetapi, Yonadab anak Simea, kakak Daud, berkata, “Tuanku jangan menyangka bahwa semua anak raja itu telah dibunuh, sebab hanya Amnon yang mati. Sesungguhnya, Absalom telah berniat menyusun keputusan itu terhadapnya, sejak hari ketika Amnon memerkosa Tamar, adiknya.”2 Samuel 13:32 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka berbicaralah Yonadab, anak Simea, kakak Daud, katanya: "Janganlah tuanku menyangka, bahwa semua orang muda anak-anak raja itu, telah dibunuh. Hanya Amnon yang mati, sebab hal itu telah terlihat pada air muka Absalom, sejak Amnon memperkosa Tamar, adiknya.”2 Samuel 13:32 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Yonadab anak Simea abang Daud berkata, "Baginda, jangan cemas dan jangan pikir bahwa semua putra Baginda sudah mati. Hanya Amnon yang tewas, sebab sudah jelas bahwa itulah yang dikehendaki Absalom sejak Tamar adiknya diperkosa oleh Amnon.”2 Samuel 13:32 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Yonadab berkata, “Tuanku, jangan menyangka bahwa semua anak laki-lakimu sudah terbunuh. Hanya Amnon yang dibunuh. Absalom sudah merencanakan hal ini sejak Amnon memperkosa Tamar, adiknya.”2 Samuel 13:32 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jonadab, the son of Shimeah David’s brother, answered and said, Let not my lord suppose that they have slain all the young men the king’s sons; for Amnon only is dead: for by the appointment of Absalom this hath been determined from the day that he forced his sister Tamar.”2 Samuel 13:32 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 13:32?
Yonadab, keponakan Daud, mengoreksi kabar buruk tersebut. Dia menjelaskan bahwa hanya Amnon yang mati, dan itu adalah rencana Absalom sebagai balas dendam atas pemerkosaan Tamar. Jadi, kabar bahwa semua anak raja mati itu tidak benar.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 13:32
Kita perlu berhati-hati dalam menerima kabar, terutama yang buruk. Sebelum bereaksi berlebihan, mari cek kebenarannya dan jangan mudah percaya pada rumor yang belum pasti.
Tuhan, berikan aku hikmat untuk memilah informasi yang benar dan tidak mudah panik. Amin.