Mencari Tahu Identitas

2 Samuel 11:3

Dosa Daud dan Batsyeba

Lalu, Daud mengutus orang untuk bertanya tentang perempuan itu, katanya, “Bukankah perempuan ini Batsyeba, anak Eliam, istri Uria, orang Het?”

2 Samuel 11:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 11:3?

Setelah melihat perempuan itu, Daud mengutus orang untuk menanyakan siapa dia, dan mendapat jawaban bahwa ia adalah Batsyeba, anak Eliam, istri Uria, orang Het. Ini menunjukkan bahwa Daud tahu perempuan itu sudah menikah, namun tetap melanjutkan niatnya.

Latar belakang

Daud Menanyakan Tentang Perempuan Itu

Daud mengirim utusan untuk menanyakan siapa perempuan itu. Jawabannya menegaskan bahwa dia adalah Batsyeba, istri Uria, orang Het, salah satu prajurit setia Daud.

Di mana

Istana Daud, Yerusalem

Di istana, setelah melihat Batsyeba

Kapan

~990 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud melihat Batsyeba
Daud memanggil Batsyeba
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Samuel

Narator sejarah, mungkin nabi atau imam

P

Kepada

Pembaca Israel

Orang Israel yang mengenal sejarah raja-raja

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁאַל

sha'al · bertanya

bertanya, meminta

בַּת־שֶׁבַע

Bat-Sheva · Batsyeba

putri dari sumpah

אִשָּׁה

ishah · istri

perempuan, istri

Frasa 'istri Uria' diulang tiga kali dalam pasal ini, menekankan status Batsyeba sebagai istri orang lain. Daud tahu itu, tetapi tetap mengambilnya.

Tahukah kamu

Uria, Orang Het

Uria adalah salah satu dari 'pahlawan Daud' (2 Sam 23:39). Meskipun orang Het, dia setia kepada Israel dan Tuhan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 11:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 11:3

✕  Sering dikira

Menganggap Daud tidak tahu Uria sedang perang.

✓  Yang sebenarnya

Daud pasti tahu, karena Uria adalah perwiranya.

✕  Sering dikira

Menganggap Batsyeba tidak menikah secara sah.

✓  Yang sebenarnya

Dia sah sebagai istri Uria.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 11:3

Mengetahui bahwa suatu tindakan salah tidak selalu cukup untuk menghentikan kita; kita perlu memilih untuk taat pada firman Tuhan dan menghormati batasan yang Ia berikan.

Tuhan, berikan aku kebijaksanaan dan keteguhan untuk menolak dosa, bahkan ketika aku tergoda untuk melakukannya. Amin.