Pemanah Menewaskan Uria

2 Samuel 11:24

Dosa Daud dan Kematian Uria

PerikopDaud Merencanakan Kematian Uria · 2 Samuel 11:14-25 →
“Lalu, para pemanah menembak hamba-hambamu dari atas tembok sehingga beberapa hamba tuanku mati. Bahkan, hambamu, Uria, orang Het itu, juga mati.””

2 Samuel 11:24 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 11:24?

Utusan itu mengakui bahwa ada korban jiwa, termasuk Uria, orang Het, yang tewas terkena panah dari atas tembok, menyampaikan kabar duka ini kepada Daud.

Latar belakang

Panah dari Atas Tembok

Para pemanah musuh menembak dari tembok kota, menewaskan beberapa tentara, termasuk Uria. Utusan melaporkan ini sebagai bukti bahwa Uria mati dalam pertempuran, sesuai rencana Daud.

Di mana

Yerusalem

Di istana raja, di hadapan Daud

Kapan

~980 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan dari tembok
Daud menikahi Batsyeba
Kamu di sini
U

Yang berbicara

Utusan Yoab

Prajurit yang setia menyampaikan laporan perang

R

Kepada

Raja Daud

Raja Israel yang sedang menantikan hasil perang

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָרָה

yarah · pemanah

melempar, menembak

יָרָה

yarah · menembak

melepaskan panah

מוּת

mut · mati

mati, terbunuh

Kata 'yarah' dipakai dua kali, menekankan tindakan menembak panah, dan 'mut' menegaskan kematian—bahwa Uria mati oleh panah musuh, bukan karena pedang.

Tahukah kamu

Senjata Pemanah

Pemanah di tembok kota memiliki posisi strategis, dapat menembak dari ketinggian dan melindungi kota, membuat mereka sangat berbahaya bagi penyerang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 11:24

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 11:24

✕  Sering dikira

Para pemanah adalah tentara Israel.

✓  Yang sebenarnya

Mereka adalah tentara musuh dari dalam kota yang mempertahankan tembok.

✕  Sering dikira

Uria mati karena pedang dalam pertempuran jarak dekat.

✓  Yang sebenarnya

Ia mati terkena panah dari atas tembok, seperti yang dilaporkan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 11:24

Kita harus berani mengakui kegagalan dan kehilangan, serta menerima konsekuensi dari setiap keputusan yang kita buat. Jangan menutup-nutupi kebenaran.

Tuhan, ampuni aku ketika aku rela mengorbankan orang lain demi kepentinganku. Amin.