Yehu menjawab utusan Yoram
2 Raja-raja 9:18
Yehu diurapi menjadi raja Israel
PerikopYehu Membunuh Yoram dan Ahazia · 2 Raja-raja 9:14-29 →“Penunggang kuda itu pergi untuk menemui mereka dan berkata, “Beginilah raja bertanya, ‘Apakah ini kabar damai?’” Yehu menjawab, “Apa urusanmu dengan damai? Berpalinglah kepadaku dan ikuti aku.” Lalu, penjaga menara itu memberitahukan demikian, “Utusan itu sudah sampai kepada mereka, tetapi dia tidak kembali.””2 Raja-raja 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu pergilah penunggang kuda itu untuk menemuinya dan berkata: "Beginilah tanya raja: apakah ini kabar damai?" Jawab Yehu: "Damai? Bukan urusanmu! Baliklah, ikutlah aku!" Dan jaga itu memberitahukan: "Suruhan sudah sampai kepada mereka, tetapi ia tidak pulang."”2 Raja-raja 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Dengan menunggang kuda, pergilah prajurit itu mendapatkan Yehu dan berkata, "Raja ingin tahu apakah Tuan datang sebagai kawan." "Itu bukan urusanmu!" jawab Yehu, "Ayo bergabunglah dengan aku." Pengawal menara itu melihat prajurit itu tiba pada rombongan itu, tetapi tidak kembali. Maka ia melaporkan hal itu,”2 Raja-raja 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Penunggang kuda itu pergi menemui Yehu dan berkata, “Ini pesan raja, ‘Kalian datang sebagai kawan atau lawan?’” Jawab Yehu, “Bukan urusanmu. Bergabunglah dengan kami!” Penjaga menara melapor, “Pembawa pesan sudah sampai kepada mereka, tetapi tidak kembali.””2 Raja-raja 9:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So there went one on horseback to meet him, and said, Thus saith the king, Is it peace? And Jehu said, What hast thou to do with peace? turn thee behind me. And the watchman told, saying, The messenger came to them, but he cometh not again.”2 Raja-raja 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 9:18?
Utusan pertama bertemu Yehu dan bertanya tentang damai, tetapi Yehu menolak dan menyuruh utusan itu berpaling serta mengikutinya. Penjaga menara melihat bahwa utusan itu tidak kembali, sehingga terjadi ketegangan.
Latar belakang
Yehu menolak tawaran damai
Utusan pertama datang dengan pertanyaan dari Yoram tentang damai. Yehu menjawab dengan tajam, 'Apa urusanmu dengan damai?' dan menyuruh utusan itu berpaling untuk mengikutinya. Penjaga melihat utusan itu tidak kembali, dan Yehu pun melanjutkan perjalanan.
Di mana
Yizreel
Di jalan menuju gerbang kota, siang hari
Kapan
~841 SM
Periode Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Yehu
Panglima yang baru diurapi menjadi raja Israel
Kepada
Utusan Yoram
Penunggang kuda yang diutus raja untuk bertanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלוֹם
shalom · damai
Keadaan utuh, sejahtera, damai.
סֹב
sov · berpalinglah
Berbalik arah, berpindah sisi.
אַחַר
achar · ikuti
Berada di belakang, mengikuti sebagai pendukung.
Kata 'damai' yang diucapkan Yehu justru ironis: ia tidak datang untuk damai, tetapi untuk penghakiman. Perintah 'berpaling dan ikuti aku' menunjukkan tuntutan untuk berpihak.
Tahukah kamu
Pertanyaan retorik
Pertanyaan 'Apa urusanmu dengan damai?' adalah ungkapan Ibrani yang berarti 'tidak ada hubungan denganmu', sering digunakan untuk menunjukkan ketidaksetujuan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 9:18
2 Raja-raja 9:19
Pengulangan jawaban
“Lalu disuruhnyalah penunggang kuda yang kedua ... Yehu menjawab: 'Apa urusanmu dengan damai? Berpalinglah kepadaku dan ikuti aku.'”
Yosua 24:15
Panggilan memilih
“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk melayani TUHAN, pilihlah pada hari ini siapa yang akan kamu sembah...”
Lukas 9:59
Panggilan mengikut
“Ikutlah Aku. Jawab orang itu: 'Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 9:18
✕ Sering dikira
Yehu bersikap kasar tanpa alasan.
✓ Yang sebenarnya
Yehu sedang menjalankan misi penghakiman, jadi ia tidak mau bersekutu dengan keluarga yang dihukum.
✕ Sering dikira
Utusan itu beralih pihak karena takut pada Yehu.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menjelaskan, yang jelas utusan itu tidak kembali karena mengikuti perintah Yehu.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 9:18
Kadang jawaban tidak sesuai yang kita harapkan. Dalam hidup, kita perlu siap menerima kenyataan yang mungkin berbeda dari ekspektasi kita, dan tetap waspada terhadap perubahan situasi.
Tuhan, persiapkan hatiku untuk menerima segala kemungkinan dan tetap berpegang pada kebenaran-Mu. Amin.