2 Raja-raja 9:18
“Penunggang kuda itu pergi untuk menemui mereka dan berkata, “Beginilah raja bertanya, ‘Apakah ini kabar damai?’” Yehu menjawab, “Apa urusanmu dengan damai? Berpalinglah kepadaku dan ikuti aku.” Lalu, penjaga menara itu memberitahukan demikian, “Utusan itu sudah sampai kepada mereka, tetapi dia tidak kembali.””2 Raja-raja 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu pergilah penunggang kuda itu untuk menemuinya dan berkata: "Beginilah tanya raja: apakah ini kabar damai?" Jawab Yehu: "Damai? Bukan urusanmu! Baliklah, ikutlah aku!" Dan jaga itu memberitahukan: "Suruhan sudah sampai kepada mereka, tetapi ia tidak pulang."”2 Raja-raja 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Dengan menunggang kuda, pergilah prajurit itu mendapatkan Yehu dan berkata, "Raja ingin tahu apakah Tuan datang sebagai kawan." "Itu bukan urusanmu!" jawab Yehu, "Ayo bergabunglah dengan aku." Pengawal menara itu melihat prajurit itu tiba pada rombongan itu, tetapi tidak kembali. Maka ia melaporkan hal itu,”2 Raja-raja 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Penunggang kuda itu pergi menemui Yehu dan berkata, “Ini pesan raja, ‘Kalian datang sebagai kawan atau lawan?’” Jawab Yehu, “Bukan urusanmu. Bergabunglah dengan kami!” Penjaga menara melapor, “Pembawa pesan sudah sampai kepada mereka, tetapi tidak kembali.””2 Raja-raja 9:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So there went one on horseback to meet him, and said, Thus saith the king, Is it peace? And Jehu said, What hast thou to do with peace? turn thee behind me. And the watchman told, saying, The messenger came to them, but he cometh not again.”2 Raja-raja 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 9:18?
Utusan pertama bertemu Yehu dan bertanya tentang damai, tetapi Yehu menolak dan menyuruh utusan itu berpaling serta mengikutinya. Penjaga menara melihat bahwa utusan itu tidak kembali, sehingga terjadi ketegangan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 9:18
Kadang jawaban tidak sesuai yang kita harapkan. Dalam hidup, kita perlu siap menerima kenyataan yang mungkin berbeda dari ekspektasi kita, dan tetap waspada terhadap perubahan situasi.
Tuhan, persiapkan hatiku untuk menerima segala kemungkinan dan tetap berpegang pada kebenaran-Mu. Amin.