Roti dua puluh jelai
2 Raja-raja 4:43
Elisa dan Kelimpahan di Tengah Kelaparan
PerikopElisa Memberi Makan Kelompok Nabi · 2 Raja-raja 4:42-44 →“Pelayannya berkata, “Bagaimana aku menghidangkan ini di depan seratus orang?” Jawabnya, “Berikan kepada orang-orang untuk mereka makan karena inilah firman TUHAN, ‘Orang akan makan dan ada sisanya.’””2 Raja-raja 4:43 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."”2 Raja-raja 4:43 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi pelayan itu berkata, "Tidak mungkin cukup untuk seratus orang!" Elisa menjawab, "Bagikan saja supaya mereka makan, sebab TUHAN berkata bahwa mereka akan makan dan setelah makan masih ada sisanya."”2 Raja-raja 4:43 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi jawab pelayan itu, “Makanan ini tidak mungkin cukup untuk seratus orang tamu Tuan!” Jawab Elisa, “Hidangkanlah itu untuk mereka makan, karena TUHAN berpesan, ‘Mereka akan makan cukup, bahkan masih ada lebih.’””2 Raja-raja 4:43 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his servitor said, What, should I set this before an hundred men? He said again, Give the people, that they may eat: for thus saith the LORD, They shall eat, and shall leave thereof.”2 Raja-raja 4:43 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 4:43?
Elisa memerintahkan agar roti yang hanya dua puluh roti jelai dan gandum baru dibagikan kepada seratus orang. Pelayannya meragukan hal itu, tetapi Elisa mengutip firman TUHAN bahwa mereka akan makan dan bahkan ada sisa. Ini menunjukkan kuasa TUHAN yang melampaui keterbatasan manusia.
Latar belakang
Roti untuk seratus orang
Seorang laki-laki membawa roti hasil pertama kepada Elisa: dua puluh roti jelai dan gandum baru. Elisa memerintahkannya untuk memberi makan rombongan nabi, tetapi pelayannya ragu karena jumlahnya sedikit. Elisa menegaskan bahwa TUHAN berfirman: mereka akan makan dan ada sisa.
Di mana
Gilgal
Di tempat tinggal rombongan nabi, saat kelaparan
Kapan
~850 SM
Zaman Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Elisa
Nabi Israel, penerus Elia, dikenal karena mujizat
Kepada
Pelayannya
Hamba Elisa, mungkin Gehazi, yang meragukan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּבָר
dabar · firman
Perkataan atau pesan yang diucapkan, sering kali dari Tuhan
אָכַל
akal · makan
Tindakan mengonsumsi makanan, simbol pemeliharaan
יָתַר
yatar · sisa
Sisa yang berlebih, menunjukkan kelimpahan
Ketiga kata ini merangkum inti mujizat: firman Tuhan yang berkuasa menyediakan makanan yang cukup, bahkan berlebih, melampaui kebutuhan.
Tahukah kamu
Roti hasil pertama
Roti hasil pertama biasanya dipersembahkan kepada imam (Imamat 23:17), tetapi di sini diberikan kepada nabi, menunjukkan penghargaan kepada otoritas nabi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 4:43
2 Raja-raja 4:44
Penggenapan langsung
“Lalu, dia menghidangkannya di hadapan mereka untuk dimakan dan tersisa sesuai dengan firman TUHAN.”
Matius 14:20
Pola mujizat serupa
“Mereka semua makan dan kenyang, dan mereka mengumpulkan dua belas bakul penuh potongan roti yang sisa.”
Mazmur 23:1
Pemeliharaan Tuhan
“TUHAN adalah gembalaku, aku tidak kekurangan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 4:43
✕ Sering dikira
Beberapa orang menganggap mujizat ini hanya perumpamaan tentang berbagi, tanpa makna supranatural.
✓ Yang sebenarnya
Teks menekankan firman TUHAN sebagai sumber kelimpahan, menunjukkan tindakan supranatural.
✕ Sering dikira
Ada yang berpikir roti itu cukup karena orang-orang tidak makan banyak.
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada penjelasan alami; mujizat terjadi sesuai dengan janji Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 4:43
Saat kita merasa apa yang kita miliki tidak cukup, ingatlah bahwa TUHAN dapat melipatgandakan berkat-Nya. Jangan batasi TUHAN dengan logika kita; taatilah perintah-Nya walau tampak mustahil.
Tuhan, ajari aku untuk percaya bahwa Engkau sanggup mencukupi segala kebutuhanku, bahkan melebihi apa yang kuminta. Amin.