2 Raja-raja 25:17
“Tinggi satu pilar adalah delapan belas hasta, dan di atasnya ada kepala pilar yang terbuat dari tembaga. Tinggi kepala pilar itu tiga hasta. Jala-jala dan buah-buah delima, semuanya dari perunggu, berada pada sekeliling kepala pilar itu. Pilar kedua juga sama, termasuk jala-jalanya.”2 Raja-raja 25:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Delapan belas hasta tingginya tiang yang satu, dan di atasnya ada ganja dari tembaga; tinggi ganja itu tiga hasta dan jala-jala dan buah-buah delima ada di atas ganja itu sekeliling, semuanya itu tembaga. Dan seperti itu juga tiang yang kedua, disertai jala-jala.”2 Raja-raja 25:17 · TB
Terjemahan Baru
“Kedua tiang perunggu itu sama; masing-masing tingginya 8 meter dengan sebuah kepala tiang dari perunggu setinggi 1,3 meter. Di sekeliling setiap kepala tiang itu ada anyaman dengan hiasan buah delima dari perunggu.”2 Raja-raja 25:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tinggi kedua tiang itu masing-masing 8,2 meter dan pada puncaknya terdapat hiasan kepala tiang setinggi 1,5 meter dengan jaring-jaring dan rangkaian buah delima. Semuanya terbuat dari perunggu. Kedua tiang itu sama persis bentuk dan ukurannya.”2 Raja-raja 25:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The height of the one pillar was eighteen cubits, and the chapiter upon it was brass: and the height of the chapiter three cubits; and the wreathen work, and pomegranates upon the chapiter round about, all of brass: and like unto these had the second pillar with wreathen work.”2 Raja-raja 25:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 25:17?
Ayat ini memberikan detail tentang ukuran pilar-pilar Bait Suci: tinggi satu pilar delapan belas hasta, dengan kepala pilar tiga hasta dari tembaga, dihiasi dengan jala-jala dan buah delima. Ini menggambarkan keindahan dan kemegahan pilar-pilar itu sebelum dihancurkan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 25:17
Setiap karya seni dan arsitektur yang indah pada akhirnya bisa musnah. Kita diingatkan untuk tidak menyembah ciptaan, tetapi menyembah Sang Pencipta yang kekal.
Allah yang Mahakuasa, arahkan pandanganku kepada kemuliaan-Mu yang abadi, bukan pada keindahan dunia yang sementara. Amin.