Tiang Perunggu yang Roboh
2 Raja-raja 25:17
Jatuhnya Yerusalem dan Pembuangan
PerikopNebukadnezar Menghancurkan Yerusalem · 2 Raja-raja 25:1-21 →“Tinggi satu pilar adalah delapan belas hasta, dan di atasnya ada kepala pilar yang terbuat dari tembaga. Tinggi kepala pilar itu tiga hasta. Jala-jala dan buah-buah delima, semuanya dari perunggu, berada pada sekeliling kepala pilar itu. Pilar kedua juga sama, termasuk jala-jalanya.”2 Raja-raja 25:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Delapan belas hasta tingginya tiang yang satu, dan di atasnya ada ganja dari tembaga; tinggi ganja itu tiga hasta dan jala-jala dan buah-buah delima ada di atas ganja itu sekeliling, semuanya itu tembaga. Dan seperti itu juga tiang yang kedua, disertai jala-jala.”2 Raja-raja 25:17 · TB
Terjemahan Baru
“Kedua tiang perunggu itu sama; masing-masing tingginya 8 meter dengan sebuah kepala tiang dari perunggu setinggi 1,3 meter. Di sekeliling setiap kepala tiang itu ada anyaman dengan hiasan buah delima dari perunggu.”2 Raja-raja 25:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tinggi kedua tiang itu masing-masing 8,2 meter dan pada puncaknya terdapat hiasan kepala tiang setinggi 1,5 meter dengan jaring-jaring dan rangkaian buah delima. Semuanya terbuat dari perunggu. Kedua tiang itu sama persis bentuk dan ukurannya.”2 Raja-raja 25:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The height of the one pillar was eighteen cubits, and the chapiter upon it was brass: and the height of the chapiter three cubits; and the wreathen work, and pomegranates upon the chapiter round about, all of brass: and like unto these had the second pillar with wreathen work.”2 Raja-raja 25:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 25:17?
Ayat ini memberikan detail tentang ukuran pilar-pilar Bait Suci: tinggi satu pilar delapan belas hasta, dengan kepala pilar tiga hasta dari tembaga, dihiasi dengan jala-jala dan buah delima. Ini menggambarkan keindahan dan kemegahan pilar-pilar itu sebelum dihancurkan.
Latar belakang
Ukuran Tiang yang Mengagumkan
Penulis merinci ukuran tiang tembaga: tinggi 18 hasta (sekitar 8 meter) dengan kepala pilar 3 hasta di atasnya, dihiasi jala-jala dan buah delima dari perunggu. Ini menunjukkan keahlian seni dan kemegahan yang kini hancur.
Di mana
Yerusalem
Di reruntuhan Bait Suci
Kapan
~586 SM
Kerajaan Pecah & Pembuangan
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Narator alkitabiah, menyusun sejarah Kerajaan Yehuda
Kepada
Umat Israel di pembuangan
Orang Yehuda yang dibawa ke Babel, butuh makna sejarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שְׁמֹנֶה עֶשְׂרֵה אַמָּה
shemoneh esreh ammah · delapan belas hasta
Ukuran panjang sekitar 8-10 meter, satu hasta = lengan bawah
כֹּתֶרֶת
koteret · kepala pilar
Ornamen di puncak tiang, sering berbentuk bunga atau kolom
רִמּוֹנִים
rimmonim · buah delima
Bentuk buah delima dari logam sebagai hiasan
Kata-kata ini mengungkapkan detail artistik yang sangat rumit: tiang bukan hanya penopang, tetapi karya seni penuh simbol (delima melambangkan kesuburan dan berkat). Kehancurannya melenyapkan keindahan ini.
Tahukah kamu
Hasta Berbeda-beda
Hasta dalam Alkitab bisa sekitar 45-56 cm. Jika hasta 45 cm, tiang setinggi 18 hasta tingginya sekitar 8 meter — hampir setinggi gedung 2 lantai!
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 25:17
1 Raja-raja 7:15-20
Sumber asli
“Tinggi tiang yang satu delapan belas hasta, dan kepala tiang di atasnya tiga hasta...”
Yeremia 52:21-22
Paralel tepat
“Tinggi tiang itu delapan belas hasta, dan kepala tiang di atasnya tiga hasta...”
Wahyu 3:12
Simbol tiang
“Siapa yang menang, ia akan Kujadikan tiang dalam Bait Suci Allah-Ku...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 25:17
✕ Sering dikira
Angka-angka ini hanya detail arsitektur yang tidak penting.
✓ Yang sebenarnya
Justru detail ini menunjukkan bahwa Bait Suci adalah mahakarya yang sangat berharga, bukan bangunan biasa.
✕ Sering dikira
Buah delima adalah hiasan murni tanpa makna.
✓ Yang sebenarnya
Delima sering melambangkan kesuburan dan berkat Tuhan, menjadi pengingat akan janji Allah yang kini hilang.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 25:17
Setiap karya seni dan arsitektur yang indah pada akhirnya bisa musnah. Kita diingatkan untuk tidak menyembah ciptaan, tetapi menyembah Sang Pencipta yang kekal.
Allah yang Mahakuasa, arahkan pandanganku kepada kemuliaan-Mu yang abadi, bukan pada keindahan dunia yang sementara. Amin.