Orang Awa dan Sefarwaim menyembah ilah palsu
2 Raja-raja 17:31
Pembuangan Israel dan Campuran Agama
PerikopOrang Asing Menetap di Kota Samaria · 2 Raja-raja 17:24-41 →“Orang-orang Awa membuat patung Nibhas dan Tartak, sedangkan orang-orang Sefarwaim membakar anak-anak mereka dalam api bagi Adramelekh dan Anamelekh, yaitu ilah Sefarwaim.”2 Raja-raja 17:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan orang-orang Awa membuat patung Nibhas dan Tartak. Orang-orang Sefarwaim membakar anak-anak mereka sebagai korban bagi Adramelekh dan Anamelekh, para allah di Sefarwaim.”2 Raja-raja 17:31 · TB
Terjemahan Baru
“orang Awa patung Nibhas dan Tartak, dan orang Sefarwaim mempersembahkan anak-anak mereka sebagai kurban bakaran kepada Dewa Adramelekh dan Anamelekh.”2 Raja-raja 17:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Rakyat dari Awa mendirikan patung Nibas dan Tartak. Rakyat dari Sefarwaim membakar anak-anaknya sendiri sebagai kurban kepada Adramelek dan Anamelek, dewa-dewa mereka.”2 Raja-raja 17:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the Avites made Nibhaz and Tartak, and the Sepharvites burnt their children in fire to Adrammelech and Anammelech, the gods of Sepharvaim.”2 Raja-raja 17:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 17:31?
Orang-orang Awa menyembah patung Nibhas dan Tartak, sedangkan orang Sefarwaim mempersembahkan anak-anak mereka dalam api kepada dewa Adramelekh dan Anamelekh. Ini menunjukkan betapa kejamnya penyembahan berhala yang dilakukan bangsa-bangsa yang dipindahkan ke Samaria, yang tidak mengenal Allah yang benar.
Latar belakang
Praktik Ibadah yang Mengerikan
Setelah orang Asyur membawa bangsa-bangsa lain ke Samaria, mereka membawa dewa-dewa mereka. Ayat 31 mencatat bahwa orang Awa membuat patung Nibhas dan Tartak, sedangkan orang Sefarwaim membakar anak-anak mereka sebagai korban bagi Adramelekh dan Anamelekh.
Di mana
Samaria
Kota-kota Samaria
Kapan
~720 SM
Sejarah Israel
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Narator alkitabiah, menyusun sejarah Israel
Kepada
Pembaca Israel
Orang-orang yang mengenal sejarah bangsa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׂרַף
saraf · membakar
membakar habis, membakar sebagai korban
בְּנֵיהֶם
benehem · anak-anak mereka
laki-laki keturunan mereka
בָּאֵשׁ
ba'esh · dalam api
di dalam api yang menyala
Kata-kata ini menegaskan perbuatan keji yang nyata, bukan hanya metafora. Pengorbanan anak adalah pelanggaran berat terhadap hukum Allah dan menunjukkan keputusasaan iman yang sesat.
Tahukah kamu
Pengorbanan Anak dalam Sejarah
Praktik membakar anak sebagai korban kepada dewa memang ada di zaman kuno, seperti yang disebut dalam 2 Raja-raja 16:3. Ini menunjukkan betapa gelapnya penyembahan berhala.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 17:31
Ulangan 18:10
Larangan serupa
“Janganlah didapati padamu seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau perempuannya sebagai korban dalam api.”
2 Raja-raja 16:3
Praktik raja Yehuda
“Bahkan, ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api.”
Yeremia 7:31
Kutukan nabi
“Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anak mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 17:31
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya daftar sejarah tanpa makna bagi pembaca modern.
✓ Yang sebenarnya
Ini menunjukkan konsekuensi penyembahan berhala dan kekejian yang menyertainya.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa membakar anak adalah hal yang lazim dan diterima.
✓ Yang sebenarnya
Ini sangat dilarang oleh Tuhan dan membangkitkan murka-Nya.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 17:31
Kita mungkin tidak membakar anak, tetapi apa yang kita 'korbankan' untuk hal-hal yang kita sembah? Renungkan apakah ada 'berhala' modern seperti karier, harta, atau hubungan yang menuntut pengorbanan yang tidak sehat dalam hidup kita.
Tuhan, jauhkanlah kami dari penyembahan berhala yang membawa pada kehancuran, dan ajarilah kami untuk mengasihi-Mu dengan sepenuh hati. Amin.