2 Raja-raja 1:9
“Lalu, raja mengutus seorang panglima pasukan lima puluh beserta kelima puluh anak buahnya kepada Elia. Dia naik menjumpainya dan tampaklah dia sedang duduk di atas puncak bukit. Dia berbicara kepadanya, “Hai, abdi Allah, raja bertitah, ‘Turunlah!’””2 Raja-raja 1:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu disuruhnyalah kepada Elia seorang perwira dengan kelima puluh anak buahnya. Orang itu naik menjumpai Elia yang sedang duduk di atas puncak bukit. Berkatalah orang itu kepadanya: "Hai abdi Allah, raja bertitah: Turunlah!"”2 Raja-raja 1:9 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu ia menyuruh seorang perwira bersama lima puluh orang anak buahnya pergi menangkap Elia. Perwira itu pergi lalu menemukan Elia sedang duduk di sebuah bukit. "Hai, hamba Allah," kata perwira itu, "raja memerintahkan engkau turun!"”2 Raja-raja 1:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Ahazia mengirim seorang perwira bersama lima puluh tentaranya untuk menangkap Elia. Mereka menjumpai dia sedang duduk di puncak bukit. Perwira itu berseru kepada Elia, “Hai nabi Allah, turun dari sana! Ini perintah raja!””2 Raja-raja 1:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then the king sent unto him a captain of fifty with his fifty. And he went up to him: and, behold, he sat on the top of an hill. And he spake unto him, Thou man of God, the king hath said, Come down.”2 Raja-raja 1:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 1:9?
Raja mengirim panglima dengan 50 orang untuk memerintahkan Elia turun. Ini menunjukkan sikap angkuh dan tidak menghormati nabi Tuhan, seolah-olah Elia bisa diperintah. Elia dipanggil 'abdi Allah', tetapi perintahnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 1:9
Seringkali kita ingin mengendalikan pekerjaan Tuhan dan memerintah hamba-Nya. Renungkan apakah kita menghormati otoritas rohani atau justru mencoba memaksakan kehendak kita. Belajarlah untuk tunduk pada pimpinan Tuhan.
Tuhan, ampunilah sikapku yang suka memerintah. Ajari aku untuk menghormati utusan-Mu dan tunduk pada kehendak-Mu. Amin.