Api dari Langit
2 Raja-raja 1:10
Elia Menghadapi Raja Ahazia
PerikopAhazia Memanggil Elia · 2 Raja-raja 1:9-16 →“Lalu, Elia menjawab dan berbicara kepada panglima pasukan lima puluh itu, “Jikalau aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit untuk menghanguskanmu dan kelima puluh anak buahmu.” Lalu, api dari langit turun dan menghanguskannya beserta kelima puluh anak buahnya.”2 Raja-raja 1:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Elia menjawab, katanya kepada perwira itu: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu." Maka turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya.”2 Raja-raja 1:10 · TB
Terjemahan Baru
“"Kalau saya ini memang hamba Allah," jawab Elia, "hendaklah api turun dari langit dan membakar habis engkau serta semua anak buahmu!" Saat itu juga turunlah api dan membakar perwira itu dengan kelima puluh orang anak buahnya.”2 Raja-raja 1:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Elia kepada perwira itu, “Karena saya memang nabi Allah, api akan turun dari langit dan membakarmu beserta kelima puluh tentaramu!” Tiba-tiba turunlah api dari langit menghanguskan perwira itu beserta para prajuritnya.”2 Raja-raja 1:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Elijah answered and said to the captain of fifty, If I be a man of God, then let fire come down from heaven, and consume thee and thy fifty. And there came down fire from heaven, and consumed him and his fifty.”2 Raja-raja 1:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 1:10?
Elia memanggil api dari langit yang menghanguskan panglima dan anak buahnya. Ini adalah penghakiman atas kesombongan dan penolakan terhadap otoritas Tuhan. Tindakan ini menegaskan bahwa Tuhan adalah Allah yang hidup dan berkuasa, bukan Baal.
Latar belakang
Tantangan Berani
Raja Ahazia mengirim panglima dengan lima puluh tentara untuk memaksa Elia turun. Panglima memanggil Elia 'abdi Allah' tapi dengan nada memerintah. Elia menjawab dengan syarat: jika benar dia abdi Allah, api akan turun menghanguskan mereka.
Di mana
Bukit dekat Samaria
Di puncak bukit, siang hari
Kapan
~850 SM
Kerajaan Terbagi: Israel dan Yehuda
Yang berbicara
Elia
Nabi tua yang berapi-api, dikenal karena mujizat dan keberanian menghadap raja.
Kepada
Panglima pasukan lima puluh
Perwira militer yang dikirim raja untuk menangkap Elia, tanpa rasa hormat.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אִישׁ הָאֱלֹהִים
ish ha'elohim · abdi Allah
seorang laki-laki milik Allah, gelar kehormatan untuk nabi
תֵּרֶד
tered · biarlah turun
turunlah, sebuah perintah atau permintaan agar sesuatu turun
אָכַל
akal · menghanguskan
memakan, melahap; digunakan untuk api yang memakan habis
Elia menegaskan statusnya sebagai abdi Allah, dan api yang 'turun' bukan sekadar hukuman, tapi bukti bahwa Allah mendengar hamba-Nya. Kata 'menghanguskan' menggambarkan api yang melahap semua, menunjukkan kuasa Allah yang total.
Tahukah kamu
Api dari langit
Frasa 'api dari langit' muncul beberapa kali di Alkitab, seperti saat Elia memanggil api di Gunung Karmel (1 Raja-raja 18) dan saat murid-murid Yesus ingin memanggil api (Lukas 9:54).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 1:10
Imamat 10:2
api menghanguskan
“Lalu keluarlah api dari hadapan TUHAN dan menghanguskan mereka, sehingga mereka mati di hadapan TUHAN.”
Lukas 9:54
api dari langit
“Tuhan, apakah Engkau mau, kalau kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
Wahyu 13:13
kuasa menurunkan api
“dan menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 1:10
✕ Sering dikira
Elia kejam dan pemarah, membalas dengan kekerasan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah hukuman dari Allah atas penolakan otoritas-Nya, bukan emosi pribadi Elia.
✕ Sering dikira
Panglima adalah orang benar karena memanggil Elia 'abdi Allah'.
✓ Yang sebenarnya
Panggilan itu formal, tapi sikapnya merendahkan dan menuntut, bukan menghormati.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 1:10
Tuhan serius terhadap sikap hati kita. Jangan bermain-main dengan dosa atau melawan kehendak-Nya. Sadarilah bahwa Tuhan bisa bertindak dengan kuasa-Nya yang dahsyat, dan kita harus hidup dalam hormat dan takut akan Dia.
Tuhan, aku mau hidup dalam takut akan Engkau. Jauhkan aku dari kesombongan yang melawan kehendak-Mu. Amin.