Silsilah imam besar

1 Tawarikh 9:11

Penduduk Yerusalem setelah pembuangan

Azarya, anak Hilkia, anak Mesulam, anak Zadok, anak Merayot, anak Ahitub, pemuka bait Allah;

1 Tawarikh 9:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 9:11?

Ayat ini menyebutkan Azarya, anak Hilkia, yang merupakan pemuka bait Allah. Silsilahnya menunjukkan garis imam besar dari Zadok, yang memiliki otoritas besar dalam ibadah dan kehidupan rohani umat. Posisinya menegaskan pentingnya kepemimpinan rohani yang benar.

Latar belakang

Silsilah imam besar

Ayat ini mencatat silsilah Azarya, seorang imam besar, yang menunjukkan kesinambungan dari imam-imam besar sebelumnya. Ini menegaskan bahwa kepemimpinan rohani dipulihkan setelah pembuangan.

Di mana

Yerusalem

Dokumen resmi, kemungkinan di Bait Suci

Kapan

~400 SM

Pemulihan setelah pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan ke Babel
Pelayanan Bait Suci
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan dan imam, ~400 SM

O

Kepada

Orang Israel pasca-pembuangan

Komunitas yang kembali dari Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֲזַרְיָה

Azarya · Azarya

Nama yang berarti 'TUHAN telah menolong'.

נָגִיד

nagid · pemuka

Pemimpin, penguasa, atau orang yang ditempatkan di depan.

בֵּית הָאֱלֹהִים

beit ha'Elohim · bait Allah

Bait Suci, tempat kediaman Allah di tengah umat-Nya.

Kata 'pemuka' (nagid) menunjukkan otoritas yang diberikan Allah, dan silsilah ini menggarisbawahi bahwa kepemimpinan rohani adalah anugerah.

Tahukah kamu

Ahitub: nama yang muncul beberapa kali

Ahitub adalah nama yang dipakai oleh beberapa imam berbeda dalam Alkitab, jadi perlu hati-hati membedakan mereka.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 9:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 9:11

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti Azarya adalah pemimpin politik.

✓  Yang sebenarnya

yang dimaksud adalah pemimpin rohani, yaitu imam besar yang mengepalai Bait Suci.

✕  Sering dikira

Silsilah ini pasti akurat secara historis tanpa cela.

✓  Yang sebenarnya

Beberapa nama mungkin sama atau terjadi perbedaan dengan daftar lain karena tujuan teologis penulis.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 9:11

Kepemimpinan rohani tidak datang dari posisi saja, tetapi dari hubungan yang benar dengan Tuhan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi pemimpin dalam doa dan keteladanan, mempengaruhi orang lain menuju kebaikan.

Tuhan, jadikan aku pemimpin rohani yang rendah hati dan bijaksana. Ajariku memimpin orang lain dengan kasih-Mu. Amin.