Pembuangan oleh Asyur
1 Tawarikh 5:26
Silsilah dan Kesetiaan Suku-suku
PerikopSetengah Suku Manasye · 1 Tawarikh 5:23-26 →“Karena itu, Allah Israel membangkitkan semangat Pul, raja Asyur, dan semangat Tiglat-Pileser, raja Asyur, sehingga dia mengasingkan orang Ruben, orang Gad, dan setengah suku Manasye ke tempat pengasingan. Dia membawa mereka ke Halah, Habor, Hara, dan Sungai Gozan sampai saat ini.”1 Tawarikh 5:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka Allah Israel menggerakkan hati Pul, yakni Tilgat-Pilneser, raja Asyur, lalu raja itu mengangkut mereka ke dalam pembuangan, yaitu orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye. Ia membawa mereka ke Halah, Habor, Hara dan sungai negeri Gozan; demikianlah mereka ada di sana sampai hari ini.”1 Tawarikh 5:26 · TB
Terjemahan Baru
“Karena itu Allah menggerakkan hati Pul raja Asyur, maka pergilah ia menyerbu negeri itu. Pul juga dikenal sebagai Tiglat-Pileser. Lalu suku Ruben, Gad dan suku Manasye yang di sebelah timur Yordan diangkutnya sebagai tawanan dan dibuang ke Halah, Habor, Hara dan ke suatu tempat dekat Sungai Gozan. Di sana mereka tinggal dan menetap sampai hari ini.”1 Tawarikh 5:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the God of Israel stirred up the spirit of Pul king of Assyria, and the spirit of Tilgathpilneser king of Assyria, and he carried them away, even the Reubenites, and the Gadites, and the half tribe of Manasseh, and brought them unto Halah, and Habor, and Hara, and to the river Gozan, unto this day.”1 Tawarikh 5:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 5:26?
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menggunakan Raja Asyur, Pul dan Tiglat-Pileser, untuk menghukum umat-Nya karena ketidaksetiaan mereka. Mereka diasingkan ke Halah, Habor, Hara, dan Sungai Gozan. Ini menegaskan bahwa Allah berdaulat atas sejarah dan menggunakan bangsa asing untuk mendisiplinkan umat-Nya.
Latar belakang
Allah Memakai Raja Asyur
Karena ketidaksetiaan mereka, Allah membangkitkan semangat Pul dan Tiglat-Pileser, raja Asyur, untuk mengasingkan Ruben, Gad, dan setengah Manasye. Mereka dibawa ke Halah, Habor, Hara, dan Sungai Gozan, sehingga mereka tidak lagi tinggal di tanah perjanjian.
Di mana
Samaria (wilayah Asyur)
Momen pembuangan oleh Asyur
Kapan
~733 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Penulis Tawarikh
Sejarawan pasca-pembuangan, dari kalangan Lewi.
Kepada
Umat Israel pasca-pembuangan
Orang-orang yang kembali dari pengasingan, ~450 SM.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עוּר
ur · membangkitkan semangat
membangunkan atau menggerakkan, seperti membangunkan orang tidur
גָּלָה
galah · mengasingkan
membawa ke pembuangan, menggiring ke negeri asing
נָהָר
nahar · sungai
sungai besar, seperti Efrat atau sungai-sungai di Mesopotamia
Ur menggambarkan Allah sebagai penggerak sejarah, galah menunjukkan penghukuman yang nyata, dan nahar mengingatkan tempat pembuangan yang jauh. Ini menegaskan bahwa Allah berdaulat atas bangsa-bangsa dan peristiwa besar untuk menepati peringatan-Nya.
Tahukah kamu
Pul dan Tiglat-Pileser adalah raja yang sama
Dalam sejarah, Pul adalah nama takhta Tiglat-Pileser III (745–727 SM). Penulis Tawarikh menyebut keduanya mungkin karena nama yang dipakai dalam sumber yang berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 5:26
2 Raja-raja 15:29
Catatan sejarah
“Tiglat-Pileser, raja Asyur, datang dan mengangkut penduduknya ke Asyur.”
Ulangan 28:64
Kutuk perjanjian
“TUHAN akan menyerakkan engkau ke antara segala bangsa, dari ujung bumi sampai ujung bumi.”
Yesaya 7:20
Alat penghukuman
“Pada waktu itu TUHAN akan mencukur dengan upahan dari seberang sungai Efrat, yaitu raja Asyur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 5:26
✕ Sering dikira
Mengira Pul dan Tiglat-Pileser adalah dua raja berbeda yang berturut-turut.
✓ Yang sebenarnya
Pul adalah nama lain dari Tiglat-Pileser III, raja yang sama.
✕ Sering dikira
Menyalahkan Allah sebagai penyebab kejahatan raja Asyur.
✓ Yang sebenarnya
Allah memakai raja kafir sebagai alat penghukuman, tetapi bukan membuatnya jahat; raja tetap bertanggung jawab atas tindakannya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 5:26
Ketika kita hidup tidak setia, Allah mungkin mengizinkan konsekuensi yang menyakitkan untuk menarik kita kembali kepada-Nya. Ini adalah panggilan untuk bertobat dan kembali kepada jalan-Nya.
Ya Allah, ampunilah aku jika aku telah menyimpang dari jalan-Mu, dan pulihkanlah aku sesuai kasih setia-Mu. Amin.