Kepala Kaum Gad

1 Tawarikh 5:15

Keturunan Ruben, Gad, dan Manasye

Ahi, anak Abdiel, anak Guni, adalah kepala kaum keluarga mereka.

1 Tawarikh 5:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 5:15?

Ahi, anak Abdiel, anak Guni, adalah kepala kaum keluarga mereka. Ini menunjukkan kepemimpinan dalam struktur kesukuan Israel. Ahi memimpin keluarga besar suku Gad pada zamannya.

Latar belakang

Ahi, Kepala Kaum Keluarga

Ayat ini mencatat Ahi sebagai kepala kaum keluarga, dengan silsilah singkat dari Abdiel dan Guni. Ini menunjukkan kepemimpinan dalam struktur sosial suku Gad.

Di mana

Yerusalem

Di Bait Suci, menulis sejarah bangsa

Kapan

~400 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari pembuangan
Pelayanan Ezra dan Nehemia
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Imam atau Lewi pasca-pembuangan, ~400 SM

U

Kepada

Umat Israel

Komunitas Yehuda yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רֹאשׁ

rosh · kepala

kepala, pemimpin, yang terutama

בֵּית־אָב

beit-av · kaum keluarga

rumah ayah, unit keluarga patriarkal

אֲחִי

Achi · Ahi

saudaraku; bisa juga kependekan dari Ahiahu

Kata 'kepala' dan 'kaum keluarga' menekankan otoritas dan tanggung jawab Ahi, sedangkan namanya sendiri mengingatkan akan persaudaraan dalam komunitas.

Tahukah kamu

Nama 'Guni'

Guni juga muncul dalam Kejadian 46:24 sebagai anak Naftali, tetapi di sini nama yang sama mungkin menunjukkan orang yang berbeda.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 5:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 5:15

✕  Sering dikira

Mengira Ahi adalah nama umum yang tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Ahi adalah pemimpin yang dicatat untuk menunjukkan struktur dan kepemimpinan suku.

✕  Sering dikira

Menganggap silsilah ini hanya untuk kepentingan sejarah, bukan untuk zaman sekarang.

✓  Yang sebenarnya

Silsilah ini mengingatkan bahwa Allah peduli pada setiap orang dan keluarga dalam rencana-Nya.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 5:15

Menjadi pemimpin bukan hanya soal posisi, tapi juga tanggung jawab untuk melayani dan membimbing. Apapun peranmu—dalam keluarga, pekerjaan, atau gereja—lakukan dengan setia, seperti para pemimpin dalam Alkitab.

Tuhan, jadikan aku pemimpin yang bijaksana dan rendah hati dalam setiap tanggung jawab yang Engkau percayakan. Amin.