Istri Kedua Yerahmeel

1 Tawarikh 2:26

Keturunan Yerahmeel dan Atara

Yerahmeel juga mempunyai istri lain yang bernama Atara. Dialah ibu Onam.

1 Tawarikh 2:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 2:26?

Yerahmeel memiliki istri lain bernama Atara, yang melahirkan Onam. Poligami adalah praktik yang umum pada zaman itu, meskipun bukan ideal Allah. Catatan silsilah ini menunjukkan bahwa Allah tetap bekerja dalam keluarga yang tidak sempurna.

Latar belakang

Atara, Istri Kedua Yerahmeel

Yerahmeel memiliki istri lain bernama Atara, yang melahirkan Onam. Poligami adalah hal yang umum di zaman itu, dan pencatatan ini menunjukkan bagaimana silsilah mencatat semua keturunan, termasuk dari istri kedua.

Di mana

Yerusalem

Dalam kitab Tawarikh, saat menyusun silsilah

Kapan

~450 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari pembuangan
Pembangunan kembali Bait Suci
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan dan imam, ~450 SM

O

Kepada

Orang Israel pasca-pembuangan

Komunitas yang kembali dari Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אִשָּׁה אַחֶרֶת

ishah acheret · istri lain

istri tambahan atau selir

עֲטָרָה

Atarah · Atara

mahkota

אוֹנָם

Onam · Onam

kuat atau makmur

Istilah 'istri lain' menunjukkan bahwa silsilah tidak membedakan status, setiap anak dicatat. Nama Atara dan Onam mencerminkan doa dan harapan orang tua.

Tahukah kamu

Arti Nama Atara

Nama Atara berarti 'mahkota' dalam bahasa Ibrani, mungkin menunjukkan status atau harapan orang tuanya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 2:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 2:26

✕  Sering dikira

Menganggap Atara tidak penting karena statusnya istri kedua.

✓  Yang sebenarnya

Atara menegaskan hak waris anak-anaknya.

✕  Sering dikira

Mengira Onam tidak memiliki keturunan.

✓  Yang sebenarnya

Onam punya anak, yaitu Samai dan Yada (ayat 28).

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 2:26

Keluarga kita mungkin tidak sempurna, tetapi Allah tetap setia dan dapat memakai kita. Jangan berkecil hati dengan latar belakang keluarga, karena kasih karunia Allah cukup.

Bapa, terima kasih karena Engkau tetap bekerja dalam ketidaksempurnaanku dan keluargaku. Amin.