Anak-anak Ram
1 Tawarikh 2:27
Keturunan Yerahmeel
“Anak-anak Ram, anak sulung Yerahmeel, adalah Maas, Yamin, dan Eker.”1 Tawarikh 2:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Anak-anak Ram, anak sulung Yerahmeel, ialah Maas, Yamin dan Eker.”1 Tawarikh 2:27 · TB
Terjemahan Baru
“(2:26)”1 Tawarikh 2:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the sons of Ram the firstborn of Jerahmeel were, Maaz, and Jamin, and Eker.”1 Tawarikh 2:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 2:27?
Anak-anak Ram, anak sulung Yerahmeel, adalah Maas, Yamin, dan Eker. Ini melanjutkan silsilah keturunan Yerahmeel, menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki peran dalam rencana Allah.
Latar belakang
Keturunan Ram
Ram, anak sulung Yerahmeel, memiliki tiga anak: Maas, Yamin, dan Eker. Daftar ini menunjukkan perhatian terhadap detail dalam pencatatan silsilah.
Di mana
Yerusalem
Dalam kitab Tawarikh, saat menyusun silsilah
Kapan
~450 SM
Pasca-pembuangan
Yang berbicara
Penulis Tawarikh
Sejarawan dan imam, ~450 SM
Kepada
Orang Israel pasca-pembuangan
Komunitas yang kembali dari Babel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּנֵי
benei · anak-anak
anak-anak laki-laki
רָם
Ram · Ram
tinggi atau ditinggikan
מַעַץ וְיָמִין וָעֵקֶר
Maats, Yamin, ve'Eker · Maas, Yamin, dan Eker
tiga nama yang masing-masing memiliki arti: Maas (pengumpul?), Yamin (tangan kanan), Eker (akar)
Nama Ram berarti 'ditinggikan', menegaskan posisinya sebagai anak sulung. Nama anak-anaknya mencerminkan harapan dan karakter.
Tahukah kamu
Nama Maas
Maas mungkin berkaitan dengan akar kata 'menekan' atau 'menghancurkan', tetapi tidak jelas artinya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 2:27
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 2:27
✕ Sering dikira
Menganggap tidak ada keturunan dari nama-nama ini.
✓ Yang sebenarnya
Beberapa nama bisa jadi punya keturunan yang tidak disebutkan.
✕ Sering dikira
Mengartikan nama Eker sebagai 'mencabut'.
✓ Yang sebenarnya
Eker berarti 'akar', melambangkan keturunan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 2:27
Setiap generasi memiliki panggilan untuk melanjutkan iman. Kita dapat menjadi teladan bagi anak cucu kita dalam hal kesetiaan kepada Allah.
Tuhan, jadikan aku teladan iman bagi generasi berikutnya, supaya mereka mengenal dan mengikut Engkau. Amin.