Pesta Syukur di Hebron
1 Tawarikh 12:40
Daud Diurapi Seluruh Israel
“Sanak saudara mereka, bahkan yang tinggal jauh seperti Isakhar, Zebulon, dan Naftali datang membawa makanan yang diangkut oleh keledai, unta, bagal, dan sapi. Persediaan berupa makanan dari tepung, kue ara, kue kismis, anggur, minyak, sapi, dan domba berlimpah-limpah, sebab ada sukacita di Israel.”1 Tawarikh 12:40 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Juga orang-orang yang tinggal dekat mereka, bahkan dari Isakhar, Zebulon dan Naftali, membawa makanan dengan memakai keledai, unta, bagal dan lembu, yakni bahan makanan tepung, kue ara dan kue kismis, anggur dan minyak, lembu sapi dan kambing domba, dalam jumlah besar, sebab ada sukacita di Israel.”1 Tawarikh 12:40 · TB
Terjemahan Baru
“Dari suku-suku utara yang jauh pun yaitu dari suku Isakhar, Zebulon dan Naftali, orang berdatangan dengan keledai, unta, bagal, dan sapi yang sarat dengan muatan bahan makanan: tepung, buah ara, kismis, anggur dan minyak zaitun. Mereka juga membawa sapi dan domba untuk dipotong dan dimakan. Semuanya itu menunjukkan betapa gembiranya rakyat di seluruh Israel.”1 Tawarikh 12:40 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Moreover they that were nigh them, even unto Issachar and Zebulun and Naphtali, brought bread on asses, and on camels, and on mules, and on oxen, and meat, meal, cakes of figs, and bunches of raisins, and wine, and oil, and oxen, and sheep abundantly: for there was joy in Israel.”1 Tawarikh 12:40 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 12:40?
Ayat ini menggambarkan bagaimana sanak saudara dari berbagai daerah seperti Isakhar, Zebulon, dan Naftali membawa makanan dan persediaan yang melimpah untuk para prajurit. Mereka membawa tepung, kue ara, kue kismis, anggur, minyak, serta ternak, karena ada sukacita besar di Israel.
Latar belakang
Perjamuan Sukacita
Seluruh Israel berkumpul di Hebron untuk menobatkan Daud sebagai raja. Mereka tinggal tiga hari, makan dan minum karena saudara-saudara mereka menyediakan makanan. Kemakmuran dan dukungan dari suku-suku jauh menunjukkan persatuan nasional.
Di mana
Hebron
Kota Hebron, Yudea
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 1 Tawarikh
Penulis sejarah pasca-pembuangan, fokus pada bait suci dan Daud
Kepada
Orang Israel pasca-pembuangan
Komunitas yang kembali dari pembuangan, perlu penguatan identitas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָכַל
akhal · makan
tindakan makan bersama, melambangkan persekutuan
שָׁתָה
shatah · minum
minum, sering dikaitkan dengan perjanjian dan sukacita
שִׂמְחָה
simchah · sukacita
kegembiraan yang dalam, sering muncul dalam konteks ibadah dan perayaan
Makan, minum, dan sukacita dalam Alkitab sering menjadi tanda persekutuan dan berkat Allah. Sukacita bukan sekadar perasaan, tetapi respons atas karya penyelamatan Allah yang mempersatukan umat-Nya.
Tahukah kamu
Perjamuan Selama Tiga Hari
Perayaan ini melibatkan banyak sekali hewan dan makanan. Jika dihitung kebutuhan sehari untuk orang sebanyak itu, bisa jadi ribuan ekor sapi dan domba dikurbankan untuk perjamuan ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 12:40
Ulangan 16:14
sukacita perayaan
“Bersukarialah pada hari rayamu itu, engkau, anakmu laki-laki...”
Nehemia 8:10
sukacita sebagai kekuatan
“Janganlah bersedih, sebab sukacita karena TUHAN adalah kekuatanmu.”
Mazmur 133:1
persatuan saudara
“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 12:40
✕ Sering dikira
Menganggap pesta ini hanya soal makan dan minum tanpa makna spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Perjamuan ini adalah bentuk perjanjian dan ucapan syukur kepada Allah yang mempersatukan bangsa.
✕ Sering dikira
Mengira semua orang hadir, padahal beberapa suku tetap mendukung keluarga Saul.
✓ Yang sebenarnya
Ayat 29 sebelumnya menyebut suku Benyamin sebagian masih setia kepada Saul; konteksnya adalah mayoritas, bukan semua.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 12:40
Sukacita dalam Israel memotivasi mereka untuk memberi dengan berlimpah. Saat hati kita penuh sukacita, kita akan terdorong untuk berbagi dengan sesama. Perhatikan bahwa mereka tidak hanya memberi kebutuhan pokok, tetapi juga hal-hal yang menyenangkan seperti kue dan anggur. Ini mengingatkan kita bahwa memberi bisa menjadi ekspresi sukacita, bukan sekadar kewajiban. Mari kita berbagi dengan hati yang gembira.
Bapa, penuhi hatiku dengan sukacita-Mu sehingga aku dapat memberi dengan berlimpah dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.