Samuel mengenalkan diri sebagai pelihat
1 Samuel 9:19
Saul Bertemu Samuel: Jalan Tak Terduga Menuju Takhta
PerikopSaul Mencari Keledai Ayahnya · 1 Samuel 9:1-27 →“Samuel menjawab Saul, “Akulah pelihat itu. Naiklah mendahuluiku ke bukit pengorbanan, sebab hari ini kamu akan makan bersamaku. Besok pagi, aku akan membiarkanmu pergi dan aku akan menceritakan segala sesuatu yang ada di hatimu.”1 Samuel 9:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.”1 Samuel 9:19 · TB
Terjemahan Baru
“Samuel menjawab, "Aku petenung itu. Pergilah mendahuluiku ke tempat ibadat di bukit, karena pada hari ini kamu akan makan bersamaku. Besok pagi-pagi segala pertanyaanmu akan kujawab, setelah itu bolehlah kamu pulang.”1 Samuel 9:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Samuel kepada Saul, “Sayalah pelihat itu! Pergilah mendahului saya ke tempat mezbah di puncak bukit. Hari ini kita akan makan bersama. Besok pagi saya akan menjawab pertanyaanmu, lalu kamu boleh pulang.”1 Samuel 9:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Samuel answered Saul, and said, I am the seer: go up before me unto the high place; for ye shall eat with me to day, and to morrow I will let thee go, and will tell thee all that is in thine heart.”1 Samuel 9:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 9:19?
Samuel memperkenalkan dirinya sebagai pelihat dan mengundang Saul untuk makan bersamanya di bukit pengorbanan. Ia juga berjanji akan memberitahukan segala isi hati Saul besok pagi, menunjukkan bahwa Tuhan mengetahui kebutuhan dan pertanyaan Saul.
Latar belakang
Perjumpaan yang mengubah segalanya
Saul datang mencari keledai ayahnya, tetapi Samuel menyambutnya dengan kabar yang jauh lebih besar: keledai sudah ditemukan, dan Saul akan menjadi raja. Samuel tahu ini karena Tuhan sudah berfirman sebelumnya, tetapi Saul belum mengerti.
Di mana
Zuf (dekat kota Rama)
Di gerbang kota, sebelum naik ke bukit pengorbanan
Kapan
~1050 SM
Periode hakim-hakim, transisi ke monarki
Yang berbicara
Samuel
nabi tua dan hakim Israel, dihormati semua orang
Kepada
Saul
pemuda Benyamin, tampan dan tinggi, sedang mencari keledai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רֹאֶה
ro'eh · pelihat
seseorang yang melihat penglihatan dari Allah
אָכַל
akhal · makan
menikmati makanan bersama sebagai tanda persekutuan
לֵב
lev · hatimu
hati, pusat pikiran dan perasaan
Samuel menekankan bahwa Tuhan melihat hati Saul, bukan sekadar kebutuhan lahiriah. Pertemuan ini bukan kebetulan, melainkan rencana Tuhan yang melibatkan aspek fisik (makan bersama) dan batin (isi hati).
Tahukah kamu
Istilah 'pelihat'
Kata 'pelihat' (ro'eh) menekankan kemampuan melihat penglihatan dari Tuhan, sedangkan 'nabi' (nabi) lebih menekankan penyampaian pesan. Di ayat 9 dijelaskan bahwa pada zaman itu, nabi disebut pelihat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 9:19
1 Samuel 16:7
hati yang dilihat
“Tetapi TUHAN berfirman kepada Samuel, 'Janganlah lihat parasnya... sebab yang dilihat TUHAN ialah hati.'”
Mazmur 139:23
Tuhan tahu hati
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.”
Yohanes 1:48
Tuhan melihat lebih dulu
“Kata Natanael kepada-Nya, 'Bagaimana Engkau mengenal aku?' Jawab Yesus, 'Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 9:19
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa Samuel hanya menebak-nebak keinginan Saul
✓ Yang sebenarnya
Samuel mendapat petunjuk langsung dari Tuhan, bukan sekadar mengamati situasi
✕ Sering dikira
Merasa bahwa makan bersama hanya sekadar sopan santun
✓ Yang sebenarnya
Dalam budaya Timur Tengah, makan bersama adalah tanda keintiman dan penerimaan; ini momen penting untuk membangun kepercayaan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 9:19
Saat kita mencari petunjuk, Tuhan sering mengirimkan orang-orang yang dapat menuntun kita. Jadilah terbuka terhadap pertolongan yang diberikan melalui orang lain, karena bisa jadi itu adalah jawaban atas kebingungan kita.
Tuhan, bukalah hatiku untuk menerima bimbingan dari orang-orang yang Kau utus dalam hidupku. Amin.