Tabut Allah dibawa ke Asdod

1 Samuel 5:1

Tabut Allah di negeri Filistin

Setelah orang Filistin merampas Tabut Allah, mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod.

1 Samuel 5:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 5:1?

Orang Filistin yang menang membawa Tabut Allah dari Eben-Haezer ke Asdod, pusat penyembahan dewa Dagon. Ini menunjukkan mereka menganggap Tabut sebagai rampasan perang yang menunjukkan keunggulan dewa mereka atas Allah Israel.

Latar belakang

Tabut Allah jatuh ke tangan musuh

Setelah kalah dari Filistin di Eben-Haezer, Tabut Allah dirampas dan dibawa ke Asdod, kota pusat penyembahan Dagon. Ini pukulan berat bagi Israel, karena Tabut melambangkan kehadiran TUHAN.

Di mana

Eben-Haezer

Setelah pertempuran, di perjalanan ke Asdod

Kapan

~1050 SM

Masa Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tabut direbut dalam perang
Dagon jatuh di kuil
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Samuel

Nabi/penulis, ~1000 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat pilihan, tahu makna Tabut

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לָקַח

laqach · merampas

mengambil, membawa, atau merebut

אֲרוֹן

aron · Tabut

peti, kotak; khususnya Tabut Perjanjian

פְּלִשְׁתִּים

pelishtim · Filistin

penduduk Filistia

Kata 'laqach' menunjukkan perampasan, tapi Israel percaya Tabut tidak bisa 'diambil' paksa oleh dewa, itu hanya izin TUHAN.

Tahukah kamu

Asdod dan Dagon

Asdod adalah salah satu kota utama Filistin, dan Dagon adalah dewa gandum/biji-bijian mereka, juga disembah sebagai dewa perang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 5:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 5:1

✕  Sering dikira

Menganggap Tabut direbut karena TUHAN kalah dari Dagon.

✓  Yang sebenarnya

Seperti firman TUHAN sendiri, Ia membiarkan hal ini terjadi untuk menghajar Israel.

✕  Sering dikira

Eben-Haezer adalah tempat di mana Tabut dibangun.

✓  Yang sebenarnya

Eben-Haezer adalah nama tempat (artinya 'batu pertolongan'), bukan nama Tabut.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 5:1

Sering kali kita berpikir bahwa kekalahan atau kegagalan berarti Tuhan kalah. Namun, kenyataannya Tuhan tidak pernah kalah; Dia mungkin mengizinkan kita melewati masa sulit untuk menunjukkan kuasa-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tetap berdaulat, bahkan saat hidup terasa kacau.

Tuhan, saat hidupku terasa dikalahkan, tolong aku tetap percaya bahwa Engkau berdaulat atas segala hal. Amin.