Tabut ditempatkan di kuil Dagon

1 Samuel 5:2

Dagon berhadapan dengan TUHAN

Kemudian, orang Filistin mengambil Tabut Allah itu, membawanya masuk ke kuil Dagon, dan menempatkannya di sisi Dagon.

1 Samuel 5:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 5:2?

Orang Filistin menaruh Tabut Allah di kuil Dagon, dewa utama mereka, sebagai simbol bahwa Dagon lebih berkuasa. Ini adalah penghinaan terhadap Allah Israel, menempatkan-Nya di bawah dewa palsu.

Latar belakang

Menempatkan Tabut di kaki Dagon

Orang Filistin membawa Tabut ke kuil Dagon dan menaruhnya di sisi Dagon, seolah-olah TUHAN menjadi takluk kepada dewa mereka. Ini adalah bentuk penghinaan dan pernyataan bahwa Dagon lebih berkuasa.

Di mana

Asdod

Di kuil Dagon, tengah kota

Kapan

~1050 SM

Masa Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tabut tiba di Asdod
Dagon jatuh pertama kali
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Samuel

Nabi/penulis, ~1000 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat yang tahu Tabut tidak boleh disembah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בֵּית

beit · kuil

rumah; kuil

דָּגוֹן

Dagon · Dagon

dewa Filistin yang mungkin dari akar 'dag' (ikan)

יַצִּיגוּ

yatzigu · menempatkannya

menaruh, meletakkan

Kata 'yatzigu' (menempatkan) menunjukkan kesengajaan: mereka sengaja menaruh Tabut di bawah Dagon untuk merendahkan Allah Israel.

Tahukah kamu

Dagon jarang muncul di Alkitab

Dagon hanya disebut beberapa kali, dan kisah ini menjadi satu-satunya yang menggambarkan jatuhnya patungnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 5:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 5:2

✕  Sering dikira

Menganggap Tabut diletakkan di atas altar sebagai persembahan.

✓  Yang sebenarnya

Teks hanya mengatakan di sisi Dagon, bukan sebagai korban.

✕  Sering dikira

Dagon adalah dewa ikan berbentuk setengah ikan setengah manusia.

✓  Yang sebenarnya

Tidak ada bukti pasti bentuknya; itu hanya spekulasi dari akar kata 'dag'.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 5:2

Kita juga bisa 'menempatkan' Allah di bawah hal-hal lain ketika kita lebih mengutamakan pekerjaan, hobi, atau orang lain daripada Dia. Sadarilah bahwa Allah tidak boleh ditempatkan di posisi kedua; Dia berhak menjadi yang utama dalam hidup kita.

Bapa, ampunilah aku jika selama ini aku menempatkan hal lain di atas-Mu. Ajar aku untuk mengutamakan-Mu dalam segala hal. Amin.