Tangan yang bersih

1 Samuel 24:12

Belas Kasihan di Dalam Gua

“(24-13) Kiranya TUHAN menjadi hakim antara aku dan engkau, kiranya TUHAN membalaskan perbuatanmu kepadaku, tetapi tanganku tidak melawanmu.”

1 Samuel 24:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 24:12?

Daud menyerahkan perkara antara dia dan Saul kepada TUHAN sebagai hakim yang adil. Ia percaya bahwa Tuhan akan membalas perbuatan Saul kepadanya, dan ia sendiri tidak akan melawan Saul, meninggalkan pembalasan kepada Tuhan.

Latar belakang

Daud menyatakan integritasnya

Daud memanggil Saul 'ayahku' dan menunjukkan bahwa tangannya bersih dari kejahatan. Ia menegaskan bahwa ia tidak berdosa, meskipun Saul mengejarnya.

Di mana

Padang Gurun En-Gedi

Di luar gua, jarak aman

Kapan

~1010 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Potong jubah
Saul menangis
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Gembala yang diurapi jadi raja, sedang dikejar Saul

S

Kepada

Saul

Raja Israel yang cemburu dan ingin membunuh Daud

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָקִי

naqi · bersih

tidak bersalah, murni

רָעָה

ra'ah · kejahatan

hal jahat, tindakan yang salah

פֶּשַׁע

pesha · melawanmu

pelanggaran, pemberontakan

Kata 'naqi' dan 'pesha' menunjukkan bahwa Daud tidak bersalah secara hukum dan tidak melakukan pelanggaran terhadap Saul. Ini tentang integritas di hadapan Tuhan.

Tahukah kamu

Sebutan 'ayahku'

Daud memanggil Saul 'ayahku' sebagai bentuk hormat, meskipun Saul bukan ayah kandungnya — ini menunjukkan sikap rendah hati.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 24:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 24:12

✕  Sering dikira

Daud sombong dengan menyatakan diri benar.

✓  Yang sebenarnya

Daud menyatakan fakta untuk membela diri, bukan memuji diri.

✕  Sering dikira

Daud menuduh Saul salah total.

✓  Yang sebenarnya

Daud menegaskan bahwa Saul mengejarnya tanpa alasan, tapi ia tidak membalas.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 24:12

Daripada menyimpan dendam atau berusaha membalas, serahkan konflik kita kepada Tuhan. Ia adalah hakim yang adil dan akan memberikan keadilan pada waktu-Nya, jadi kita bisa bebas dari kepahitan.

Bapa, aku menyerahkan semua ketidakadilan yang kualami kepada-Mu. Jadilah hakimku dan berikan aku kedamaian untuk melepaskan keinginan balas dendam. Amin.