Pembantaian Nob

1 Samuel 22:19

Daud dan Para Imam

PerikopSaul Membinasakan Keluarga Ahimelekh · 1 Samuel 22:6-23 →
“Lalu, penduduk Nob, kota para imam itu, dibunuh dengan mata pedang, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun anak yang menyusu. Sapi, keledai, dan domba dibunuh dengan mata pedang.”

1 Samuel 22:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 22:19?

Saul memerintahkan pembantaian seluruh kota Nob, termasuk perempuan dan anak-anak, karena penduduknya dianggap membantu Daud. Ini menunjukkan betapa kejamnya Saul dalam mengejar Daud, bahkan tega membunuh orang yang tidak bersalah.

Latar belakang

Kekejaman Saul

Saul memerintahkan pembantaian seluruh penduduk Nob sebagai balas dendam atas bantuan mereka kepada Daud. Kekejaman ini melampaui batas, bahkan terhadap anak-anak dan hewan.

Di mana

Nob

Kota para imam, dekat Yerusalem

Kapan

~1010 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud melarikan diri
Abyatar melarikan diri
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Samuel

Nabi/penulis sejarah, ~950 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat pilihan yang merenungkan kepemimpinan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הָרַג

harag · membunuh

Membunuh dengan kekerasan

עִיר

‘ir · kota

Kota atau tempat tinggal

חֶרֶב

cherev · pedang

Bilah senjata tajam

Pembantaian dengan pedang menunjukkan kebiadaban, tetapi kota imam yang seharusnya menjadi tempat perlindungan menjadi tempat kematian.

Tahukah kamu

Efod adalah simbol pelayanan

Delapan puluh lima imam yang mati mengenakan efod linen, pakaian khas imam yang menandakan tugas kudus mereka.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 22:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 22:19

✕  Sering dikira

Saul benar karena imam bersalah

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini mengecam kekejaman Saul, bukan membenarkan.

✕  Sering dikira

Semua orang Nob ikut berdosa

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini tidak menyalahkan penduduk Nob; mereka menjadi korban.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 22:19

Kisah ini mengingatkan kita bahwa kebencian dan kecemburuan yang tidak dikendalikan bisa membawa kita melakukan hal-hal yang sangat kejam dan merusak. Mari kita periksa hati kita apakah ada kepahitan yang perlu kita lepaskan sebelum menjadi destruktif.

Tuhan, jauhkanlah aku dari kepahitan dan kebencian yang dapat membawaku pada tindakan yang menyakiti orang lain. Amin.