Agag Datang dengan Gembira

1 Samuel 15:32

Saul Ditolak, Agag Dihukum

PerikopDosa Saul · 1 Samuel 15:10-35 →
“Kemudian, Samuel berkata, “Bawalah kemari Agag, raja orang Amalek itu.” Agag datang kepadanya dengan gembira. Pikir Agag, “Pastilah pahitnya maut sudah lewat.””

1 Samuel 15:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 15:32?

Samuel memerintahkan agar Agag, raja Amalek, dibawa kepadanya. Agag datang dengan perasaan tenang, mengira bahaya maut sudah berlalu, namun sebenarnya dia akan menghadapi penghakiman.

Latar belakang

Ilusi Keselamatan

Samuel memerintahkan Agag dibawa kepadanya. Agag datang dengan langkah gembira, karena mengira bahwa masa bahaya telah berlalu dan dia akan dibebaskan.

Di mana

Gilgal

Di tempat umum, setelah Saul menyembah

Kapan

~1020 SM

Era Hakim-hakim hingga Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Saul menyembah Tuhan
Agag dieksekusi
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Samuel

Nabi yang melaksanakan penghakiman Tuhan

A

Kepada

Agag

Raja Amalek yang ditangkap, berpikir akan selamat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַעֲדַנּוֹת

ma'adannot · gembira

dengan nyaman, dengan tenang, seperti orang yang aman

מָוֶת

mavet · pahitnya maut

kematian, maut

עָבַר

avar · sudah lewat

lewat, berlalu, berhenti

Kata 'ma'adannot' menunjukkan rasa aman yang palsu. Agag berpikir maut telah berlalu ('avar'), tetapi justru saat itulah maut menjemputnya. Ini mengingatkan bahwa kepastian manusia bisa keliru.

Tahukah kamu

Amalek dan Kutukan

Orang Amalek adalah musuh turun-temurun Israel, dan Tuhan memerintahkan untuk memusnahkan mereka karena mereka menyerang Israel saat lemah di padang gurun (Ulangan 25:17-19).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 15:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 15:32

✕  Sering dikira

Agag gembira karena dia benar-benar akan dibebaskan.

✓  Yang sebenarnya

Dia salah mengira bahwa Samuel akan membebaskannya, padahal ini adalah eksekusi.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang Agag, tidak relevan bagi kita.

✓  Yang sebenarnya

Ini mengajarkan tentang bahaya merasa aman secara palsu di hadapan Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 15:32

Ketenangan palsu bisa menipu kita. Jangan menganggap hidup ini aman tanpa Tuhan; cepat atau lambat, setiap perbuatan akan dihakimi.

Tuhan, jauhkan aku dari rasa aman yang palsu, dan sadarkan aku bahwa Engkau adalah hakim yang adil atas segala perbuatanku. Amin.