Pertanyaan suami yang tumpul
1 Samuel 1:8
Hana yang getir dan nazar yang lahir
PerikopPenina Menyakiti Hati Hana · 1 Samuel 1:6-8 →“Elkana, suaminya, berkata kepadanya, “Hana, mengapa kamu menangis? Mengapa kamu tidak makan? Mengapa hatimu bersedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?””1 Samuel 1:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"”1 Samuel 1:8 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu setiap kali pula Elkana, suaminya, bertanya, "Mengapa kau menangis Hana? Mengapa kau tak mau makan dan terus sedih saja? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?"”1 Samuel 1:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Elkana bertanya kepadanya, “Hana, mengapa kamu menangis dan tidak mau makan? Mengapa kamu begitu sedih? Bukankah aku, suamimu ini, lebih berharga dibandingkan dengan sepuluh anak laki-laki?””1 Samuel 1:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Elkanah her husband to her, Hannah, why weepest thou? and why eatest thou not? and why is thy heart grieved? am not I better to thee than ten sons?”1 Samuel 1:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 1:8?
Elkana, suami Hana, berusaha menghiburnya dengan menunjukkan kasihnya. Namun, perkataannya menunjukkan keterbatasan pemahamannya akan penderitaan Hana. Kasih Elkana tidak bisa menggantikan kerinduan Hana akan seorang anak.
Latar belakang
Cinta yang tidak cukup mengerti
Elkana melihat istrinya menangis dan tidak makan, lalu berusaha menghibur dengan retorika: bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki? Namun, pertanyaan ini justru menunjukkan betapa ia tidak memahami kerinduan Hana akan anak.
Di mana
Silo
Di rumah, setelah perjalanan ibadah tahunan
Kapan
~1100 SM
Masa Hakim-hakim
Yang berbicara
Elkana
Suami Hana, dari suku Lewi, tinggal di Rama
Kepada
Hana
Istri Elkana yang mandul dan bersedih
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּכָה
bakah · menangis
menangis keras, mengeluarkan air mata
אָכַל
akhal · makan
memakan, mengonsumsi makanan
רָעַע
ra'a · bersedih
berbuat jahat, merusak, menjadi buruk
Elkana memakai kata-kata tentang hati yang 'rusak' (ra'a) untuk menggambarkan kesedihan Hana. Ia melihat kondisi istrinya, tetapi tidak memiliki jawaban untuk mengatasinya.
Tahukah kamu
Nilai anak laki-laki
Dalam budaya zaman itu, anak laki-laki sangat penting untuk kelangsungan nama keluarga dan warisan. Elkana memakai angka sepuluh untuk menekankan nilai dirinya, tapi Hana tetap larut dalam sedih.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 1:8
Amsal 14:13
Kesedihan tersembunyi
“Di dalam tertawa pun hati dapat merasa sedih, dan akhirnya sukacita dapat menjadi duka.”
Mazmur 42:5
Pertanyaan untuk jiwa
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Berharaplah kepada Allah.”
Ayub 2:9-10
Pasangan yang kurang peka
“Istri Ayub menyuruhnya mengutuk Allah, tetapi Ayub tetap setia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 1:8
✕ Sering dikira
Menganggap pertanyaan Elkana adalah hinaan atau ejekan.
✓ Yang sebenarnya
Elkana tampaknya bermaksud menghibur, tetapi caranya salah sasaran.
✕ Sering dikira
Berpikir Hana tidak bersyukur pada suaminya.
✓ Yang sebenarnya
Rasa sakitnya begitu dalam sehingga ucapan suami tidak cukup; itu bukan soal kurang syukur.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 1:8
Saat orang yang kita kasihi bersedih, kita mungkin tidak selalu bisa memahami atau menyelesaikan masalahnya. Namun, kita bisa hadir dan mengingatkan mereka akan kasih kita, sambil mendorong mereka untuk mencari penghiburan dari Tuhan yang lebih dalam.
Ya Allah, ajari aku untuk menghibur orang lain dengan cara yang benar, dan ingatkan aku bahwa hanya Engkau yang dapat memenuhi kerinduan hati yang paling dalam. Amin.