Salomo mengakui Allah tinggal
1 Raja-raja 8:12
Salomo membangun bait bagi TUHAN
PerikopSalomo Memindahkan Tabut Perjanjian ke Bait TUHAN · 1 Raja-raja 8:1-66 →“Lalu, Salomo berkata: “TUHAN berfirman bahwa Dia akan tinggal dalam kekelaman yang pekat.”1 Raja-raja 8:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.”1 Raja-raja 8:12 · TB
Terjemahan Baru
“Maka berdoalah Salomo, katanya, "Engkaulah yang menempatkan surya di langit, ya TUHAN. Namun Engkau lebih suka tinggal dalam kegelapan awan.”1 Raja-raja 8:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Salomo berdoa, “Ya TUHAN, Engkau pernah mengatakan bahwa di kemah-Mu, Engkau hadir di balik awan tebal.”1 Raja-raja 8:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then spake Solomon, The LORD said that he would dwell in the thick darkness.”1 Raja-raja 8:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 8:12?
Salomo mengakui bahwa Tuhan telah berfirman akan diam dalam kekelaman yang pekat, dan ia telah membangun bait yang megah sebagai tempat kediaman-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah yang transenden mau hadir di tengah umat-Nya, tetapi tetap misterius dan tak terpahami.
Latar belakang
Salomo berbicara tentang kekelaman
Menanggapi awan yang memenuhi Bait Suci, Salomo mengutip firman TUHAN bahwa Ia tinggal dalam kekelaman yang pekat. Ini menunjukkan bahwa Allah yang tak terbatas hadir dalam cara yang tersembunyi namun nyata.
Di mana
Yerusalem
Bait Suci, di depan seluruh umat
Kapan
~950 SM
Zaman Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, anak Daud, terkenal hikmatnya
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan yang berkumpul di Bait Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָמַר
amar · firman
Berkata, berfirman
שָׁכַן
shakhan · tinggal
Diam, menetap, tinggal
עָרָפֶל
arafel · kekelaman
Awan gelap pekat, kegelapan yang tebal
Allah yang tinggal dalam 'arafel' menunjukkan bahwa Ia hadir secara misterius, tidak dapat didekati dengan cara manusiawi, namun memilih untuk diam bersama umat-Nya.
Tahukah kamu
Kekelaman di Gunung Sinai
Di Gunung Sinai, awan dan kegelapan menyertai kehadiran Allah (Ulangan 4:11). Salomo mengingat bahwa Allah sering menyatakan diri dalam 'kegelapan' untuk melindungi manusia dari kemuliaan-Nya yang penuh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 8:12
Ulangan 4:11
Kekelaman di Sinai
“Gunung itu menyala-nyala api sampai ke langit, dan ada kegelapan, awan, dan kekelaman.”
Mazmur 18:11
Allah bersembunyi dalam gelap
“Ia membuat kegelapan sebagai persembunyian-Nya, keliling-Nya tenda-Nya, kegelapan air, awan tebal.”
Yohanes 1:18
Allah tidak terlihat
“Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 8:12
✕ Sering dikira
Salomo berpikir Allah terbatas pada Bait Suci.
✓ Yang sebenarnya
Salomo justru mengakui bahwa Allah tinggi, tetapi memilih tinggal dalam kekelaman sebagai tanda kehadiran-Nya.
✕ Sering dikira
Kekelaman berarti Allah jauh dan tidak peduli.
✓ Yang sebenarnya
Kekelaman justru menunjukkan Allah yang hadir, meski tersembunyi, untuk melindungi manusia dari kemuliaan-Nya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 8:12
Tuhan yang Mahatinggi mau tinggal di tengah kita, tetapi kita tidak bisa membatasi-Nya dalam bangunan atau ritual. Kita dipanggil untuk menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran, menyadari bahwa Dia melampaui segala pemahaman kita.
Tuhan, mampukan kami menyembah-Mu dalam roh dan kebenaran, menyadari kebesaran-Mu yang tak terbatas. Amin.