Belas Kasihan yang Menyelamatkan
1 Raja-raja 3:26
Kebijaksanaan Salomo dalam Ujian
PerikopBukti Hikmat Salomo · 1 Raja-raja 3:16-28 →“Lalu, perempuan yang anaknya masih hidup berbicara kepada raja -- karena belas kasihnya timbul kepada anaknya, katanya, “Ya, Tuanku, berikanlah kepadanya anak yang masih hidup, janganlah sekali-kali membunuhnya.” Namun, perempuan lainnya berkata, “Biar saja, tidak untukku atau untukmu juga, belahlah dia!””1 Raja-raja 3:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"”1 Raja-raja 3:26 · TB
Terjemahan Baru
“Mendengar perintah itu, ibu yang sebenarnya dari anak itu berkata, "Ampun, Baginda, jangan bunuh anak itu. Berikan saja kepada dia." Ibu itu berkata begitu karena ia sangat mencintai anaknya. Tetapi wanita yang lain itu berkata, "Ya, potong saja, biar tak seorang pun dari kami yang mendapatnya!"”1 Raja-raja 3:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mendengar itu, ibu yang asli dari bayi itu berkata, “Oh Tuanku Raja, hamba mohon jangan bunuh anak itu. Berikan saja kepada dia!” Karena ibu yang asli itu menyayangi anaknya. Tetapi perempuan yang satunya berkata, “Belah saja bayi itu, supaya tidak seorang pun dari kami mendapatkannya!””1 Raja-raja 3:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then spake the woman whose the living child was unto the king, for her bowels yearned upon her son, and she said, O my lord, give her the living child, and in no wise slay it. But the other said, Let it be neither mine nor thine, but divide it.”1 Raja-raja 3:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 3:26?
Perempuan yang anaknya hidup tergerak oleh belas kasihan dan memohon agar anak itu diberikan kepada perempuan lain daripada dibunuh. Reaksinya menunjukkan bahwa kasih seorang ibu sejati rela berkorban demi keselamatan anaknya, bahkan jika harus melepaskannya.
Latar belakang
Permohonan Sang Ibu
Ibu yang sebenarnya, dengan belas kasihan, memohon agar bayi itu diberikan kepada perempuan lain asalkan jangan dibunuh. Wanita palsu justru menyetujui pembelahan, memperlihatkan kekejamannya.
Di mana
Yerusalem
Di istana raja, ruang pengadilan
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu Israel
Yang berbicara
Perempuan Ibu Kandung
Wanita yang anaknya hidup, ibu sejati
Kepada
Raja Salomo
Raja Israel yang bijaksana
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָתַן
natan · berikanlah
memberi, menyerahkan
אַל
al · janganlah
partikel negatif, larangan
מוּת
mut · membunuhnya
mati, membunuh
Menyerahkan hak demi nyawa anak menunjukkan kasih yang rela berkorban, kontras dengan ketidakpedulian wanita palsu.
Tahukah kamu
Kata 'berikanlah' Mengubah Segalanya
Permintaan ibu itu justru menjadi bukti bahwa dia adalah ibu kandung, karena dia rela kehilangan anak daripada melihatnya mati.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 3:26
Yohanes 15:13
Kasih berkorban
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Kejadian 22:12
Ketaatan dan kasih
“Sekarang Aku tahu, bahwa engkau takut akan Allah, sebab engkau tidak menahan anakmu”
Amsal 31:8
Membela yang lemah
“Bukalah mulutmu untuk orang yang tidak berdaya”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 3:26
✕ Sering dikira
Beberapa orang berpikir ibu itu lemah karena menyerahkan anaknya.
✓ Yang sebenarnya
Justru kekuatan kasihnya yang membuatnya rela berkorban demi keselamatan anak.
✕ Sering dikira
Ada yang mengira wanita palsu juga mengasihi bayi itu, tetapi dia lebih mementingkan kemenangan daripada nyawa anak.
✓ Yang sebenarnya
Wanita palsu tidak punya belas kasihan, terbukti dari persetujuannya untuk membelah bayi.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 3:26
Kasih sejati tidak egois; ia rela berkorban demi kebaikan orang yang dicintai. Terkadang melepaskan sesuatu yang kita sayangi adalah bentuk kasih yang paling dalam. Evaluasilah apakah kita lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada keinginan sendiri.
Tuhan, ajari aku mengasihi dengan tulus seperti ibu yang rela berkorban demi anaknya. Ubah hatiku agar lebih mementingkan keselamatan dan kesejahteraan orang lain. Amin.