Kematian raja yang saleh

1 Raja-raja 22:50

Raja Ahab dan Nabi Mikhaya

Demikianlah Yosafat dibaringkan bersama nenek moyangnya dan dikuburkan bersama nenek moyangnya di Kota Daud, ayah leluhurnya. Yoram, anaknya, memerintah sebagai penggantinya.

1 Raja-raja 22:50 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 22:50?

Yosafat meninggal dan dikuburkan di kota Daud, dan Yoram, anaknya, menggantikannya sebagai raja Yehuda. Ini menekankan bahwa setiap pemimpin akan mati dan digantikan oleh penerusnya, dan warisan mereka dinilai oleh Allah dan sejarah.

Latar belakang

Akhir hidup yang tenang

Yosafat meninggal dan dikuburkan di Kota Daud, tempat raja-raja Yehuda dimakamkan. Putranya, Yoram, menggantikan dia sebagai raja.

Di mana

Kota Daud

Pemakaman raja-raja Yehuda

Kapan

~850 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ahazia menawarkan kerja sama
Yoram naik takhta
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

Sejarawan yang menulis kitab ini, mungkin seorang nabi atau imam

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan yang membaca sejarah raja-raja

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁכַב

shakhav · dibaringkan

berbaring, tidur (eufemisme untuk mati)

קָבַר

qavar · dikuburkan

mengubur

אָבוֹת

avot · ayah leluhurnya

nenek moyang

Frasa 'dibaringkan bersama nenek moyangnya' adalah ungkapan khas Alkitab untuk kematian yang damai, menunjukkan bahwa Yosafat menerima berkat Tuhan.

Tahukah kamu

Kota Daud

Kota Daud adalah area paling tua di Yerusalem, tempat Daud mendirikan istananya. Banyak raja Yehuda dimakamkan di sana.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 22:50

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 22:50

✕  Sering dikira

Mengira Yosafat dikubur di Samaria.

✓  Yang sebenarnya

Ia dikubur di Kota Daud, yaitu Yerusalem.

✕  Sering dikira

Mengira Yosafat mati muda.

✓  Yang sebenarnya

Ia memerintah 25 tahun dan mati dalam usia tua.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 22:50

Kehidupan kita di dunia ini sementara. Apa yang kita tinggalkan bagi generasi berikutnya—baik warisan iman maupun karakter—jauh lebih penting daripada harta atau kedudukan. Mari kita hidup dengan kesadaran bahwa kita sedang menyiapkan tongkat estafet bagi mereka yang akan datang.

Tuhan, ajarlah aku untuk hidup dengan bijak sehingga aku dapat meninggalkan warisan yang baik bagi keluargaku dan orang-orang di sekitarku. Amin.