Raja Israel yang jahat

1 Raja-raja 22:51

Raja Ahab dan Nabi Mikhaya

Ahazia, anak Ahab, menjadi raja atas Israel di Samaria pada tahun ke-17 zaman Yosafat, raja Yehuda dan dia memerintah atas Israel selama dua tahun.

1 Raja-raja 22:51 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 22:51?

Ahazia menjadi raja Israel pada tahun ke-17 pemerintahan Yosafat, tetapi ia hanya memerintah dua tahun. Ini menunjukkan bahwa kedudukan raja tidak menjamin umur panjang; yang penting adalah bagaimana ia menggunakan waktu singkat itu di hadapan Allah.

Latar belakang

Raja yang mengikuti jejak ayahnya

Ahazia menjadi raja Israel di Samaria pada tahun ke-17 pemerintahan Yosafat. Ia memerintah hanya dua tahun dan melakukan yang jahat di mata Tuhan, mengikuti jalan ayahnya Ahab dan ibunya Izebel.

Di mana

Samaria

Ibukota Kerajaan Israel Utara

Kapan

~850 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ahab mati di Ramot-Gilead
Ahazia mati dibunuh
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

Sejarawan yang menulis kitab ini, mungkin seorang nabi atau imam

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan yang membaca sejarah raja-raja

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רַע

ra · jahat

buruk, jahat

דֶּרֶךְ

derekh · jalan

cara hidup, perilaku

אָב

av · ayahnya

bapak

Kata 'jalan' dipakai untuk menggambarkan gaya hidup. Ahazia mengikuti 'jalan' ayahnya, yaitu cara hidup yang jahat dan menyembah berhala.

Tahukah kamu

Nama Ahazia

Nama Ahazia berarti 'Tuhan yang memegang'. Namun, ia tidak hidup sesuai namanya, melainkan menyembah Baal.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 22:51

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 22:51

✕  Sering dikira

Mengira Ahazia raja Yehuda.

✓  Yang sebenarnya

Ahazia adalah raja Israel Utara.

✕  Sering dikira

Mengira ia memerintah lama.

✓  Yang sebenarnya

Ia hanya memerintah dua tahun.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 22:51

Jangan menyia-nyiakan waktu yang Tuhan berikan, sekalipun hidup kita mungkin singkat. Gunakan setiap kesempatan untuk berbuat baik dan memuliakan Tuhan, karena kita tidak tahu berapa lama kita diberi kesempatan.

Tuhan, mampukanlah aku untuk memanfaatkan setiap hari yang Kau berikan dengan bijak dan setia kepada-Mu. Amin.